Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com, – Pembagian minuman dalam program PMT (Program Makanan Tambahan) di Desa Singasari Kecamatan Taraju mendapat Tanggapan dari berbagai kalangan warga. Salah satu warga yang menyesalkan kejadian tersebut adalah dari Eko.
Eko yang merupakan kepala Dusun Cigolong Desa Singasari Kecamatan Taraju melalui telepon selular menjelaskan kalau dirinya sangat merasa kecewa dengan pembagian minuman atau asupan gizi untuk ibu hamil pada tanggal 10 Desember 2021 lalu karena sebagian minuman kemasan tersebut sudah kadaluarsa dan sudah tidak layak untuk di konsumsi. jelasnya.
“Itu merupakan suatu keteledoran yang sangat fatal, karena dapat berakibat buruk bagi yang mengkonsumsinya. Seharusnya pihak TPK maupun Bidan Desa yang saat itu membagikan minuman tersebut terlebih dahulu mengecek barang tersebut apa lagi pembelanjaan dilaksanakan di bulan Juli”.ungkap Eko.
“Itu kan program yang di biayai dari Dana Desa jadi harus sangat hati-hati baik TPK maupun pihak Bidan Desa. Beruntung tidak ada korban efek dari minuman tersebut”. Imbuhnya
Selain itu eko juga menyinggung tentang rekrutmen perangkat Desa, dimana 1 dari 2 peserta rekrutmen mendapat hasil nilai 94 dari 100 soal yang diberikan oleh panitia, ini sangat luar biasa dan baru terjadi di wilayah Kecamatan Taraju. ada apa dibalik samua ini???
Sementara Nanang selaku Ketua BPD menjelaskan kalau kejadian pembagian minuman kadaluarsa tersebut memang benar adanya dan sudah di tangani pihak Puskesmas. Dan untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan langsung kepada pihak pemerintah Desa. jelasnya.
Sementara Heri selaku Sekretaris Desa Singasari Kecamatan Taraju ketika ditemui secara langsung di desa pada hari Senin tanggal 20 desember 2021 kemarin, dirinya mengakui bahwa kejadian adanya minuman kadaluarsa tersebut merupakan keteledoran kami, hal itu disebabkan pihak kami dari desa sedang konsentrasi terhadap program Vaksin sehingga program pembagian minuman untuk ibu hamil terkesampingkan, tetapi alhamdulilah tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Kejadian ini akan dijadikan contoh untuk lebih berhati-hati lagi. Ucap Heri.
Sementara untuk hasil rekrutmen perangkat Desa, heri juga merasa kaget dan aneh kenapa nilainya sangat fantastis, sebelumnya hasil rekrutmen paling nilai yang didapat dibawah 70. Entahlah saya tidak termasuk panitia dan untuk soal dan pertanyaan di rekrutmen tersebut dari pihak kecamatan. Ucap Heri.***Nuryadin/Yos Muhyar
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang