Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Sejumlah pedagang kuliner di jalan alun – alun Mangunreja masih berjalan normal dan bisa di bilang seperti tidak ada dampak atas meroketnya harga minyak goreng dan bahan lainnya. Alun – alun Mangunreja merupakan tempat para pedagang kuliner menjajakan dagangannya, terutama makanan gorengan.
Toni salah seorang pedagang gorengan sudah berjualan hampir ±5 tahun mengatakan, saat ini walaupun minyak goreng harganya telah naik tidak mengurangi bentuk gorengannya, bahkan omset penjualannya pun tidak ada penurunan. Ucap Toni. Sabtu (08/01/2022).
Saat di tanya tentang melambungnya harga minyak goreng, sebesar apa dampak atas mahalnya minyak tersebut ?
Toni menerangkan, dampak dari harga minyak goreng yang naik adalah turunnya pendapatan yang biasanya keuntungan ±Rp. 200 ribu/hari, setelah harga minyak dan tepung terigu naik keuntungan paling ±Rp. 80 ribu/hari. Jelasnya
analisaglobal.com pun menanyakan apakah ukuran atau takaran dikurangi agar pendapatan tidak terlalu anjlok ?
Toni menegasakan, “Itu tida mungkin karena akan berdampak pada pelanggan, minyak goreng Rp.18 ribu/liter yang semula harga Rp. 10 ribu/liter, belum yang lainya, mudah – mudahan program pemerintah yang akan menggelar operasi pasar dengan harga minyak goreng Rp. 14 ribu/liter dapat di realisasikan.” Harapnya***Yos Muhyar
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang