Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Diduga Buntut dari tidak adanya kordinasi ataupun sinkronisasi dan keterbukaan dalam melaksanakan roda kepemerintahan Desa Pagaralam kecamatan Taraju, sehingga menjadikan polemik di mata masyarakat dan menuntut janji kampanye di waktu pencalonan kepala desa Pagaralam, akhirnya kini dalam kondisi sedikit menghangat. Rabu (26/01/2022).
Warga masyarakat pun mendatangi kantor desa Pagaralam untuk melaksanakan audien, pasalnya mereka mempertanyakan beberapa hal yang menjadi polemik di desa, seperti pengadaan mobil desa siaga atau ambulan dan pembangunan lapang sepak bola yang dijanjikan saat kampanye Pilkades dulu.
Disela-sela audiensi berlangsung sempat terhenti sejenak dengan datangnya sebuah mobil desa siaga yaitu ambulan dengan merek Daihatsu Gran Max yang masih polos, mobil tersebut di bawa langsung oleh anggota Koramil Taraju, warga pun melihat dengan keberadaan mobil tersebut sudah ada maka masyarakat merasa sudah terjawab dengan adanya mobil ambulan walaupun datangnya masih polos.
Adapun satu pertanyaan lagi dari masyarakat yang mencuat kepermukaan adalah permasalahan janji politik kepala desa terkait pembangunan lapang sepak bola, dimana warga serta BPD mengharapkan adanya kejelasan status tanah lapang, dengan pembuktian secara administrasi kepemilikan tanah lapang tersebut.
Saat di temui analisaglobal.com di ruang kerjanya pada hari Kamis (27/01/2022), Elon Kepala Desa Pagaralam membenarkan adanya tuntutan sebagian warganya, dimana tuntutan tersebut pertama masalah mobil yang sekarang sudah terjawab, adapun di tarik kembali ke dealer adalah untuk pemasangan aksesoris. Ungkapnya
“Terkait tuntutan lapang sepak bola itu sedang di upayakan dan saya sudah mulai melakukan pembenahan dimana tanah tersebut sebagian milik saya dan sebagian milik saudara saya.” Jelasnya
Sementara menurut Isak ketua BPD yang didampingi Dadan salah seorang anggota BPD mengungkapkan bahwa permasalahan mobil ambulan desa ada pertanyaan besar bagi BPD, pertama adanya perubahan unit dimana dalam pengajuan di RAB (Rencana Anggaran Belanja) adalah jenis Suzuki APV ternyata yang datang Jenis Daihatsu Gran Max, tentunya disitu pasti ada selisih harga. Ungkapnya kepada analisaglobal.com
Lanjut Isak, untuk hal yang kedua adalah tentang janji politik yang disampaikan oleh Kepala Desa saat kampanye dulu tentang pengadaan lapang olah raga yang sudah 2 tahun belum terealisasi, jika permasalahan ini tidak ada titik temu, maka kami BPD akan mengundurkan diri, kami sudah terlalu di abaikan dalam segala hal. tegasnya
“Adapun untuk permasalahan pengadaan mobil desa siaga atau ambulan kami pihak BPD akan langsung mempertanyakan ke pihak ketiga, karena kami ingin ada kejelasan, dan kami tidak mau Kepala Desa atau perangkat jadi korban.” Pungkas Isak***Tim
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang