Petani Panjalu Ciamis Sukses Kembangkan Tanaman Asal Hutan Amazon

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Sacha inchi atau juga biasa disebut kacang Inca merupakan jenis tanaman yang diproduksi bijinya untuk aneka produk. Tanaman yang punya nama latin Plukenetia volubilis ini masih terbilang langka di kalangan petani setempat.

Seorang petani bernama Leli asal Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, kini berhasil mengembangkan budidaya tanaman Sacha Inchi yang berasal dari hutan Amazon, Peru.

Leli petani asal Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, kini berhasil mengembangkan budidaya tanaman Sacha Inchi yang berasal dari hutan Amazon, Peru. Minggu (06/03/2022). Foto : A.Yayat/analisaglobal.com

Di atas lahan miliknya sekitar seluas 2.000 meter persegi tepat dibelakang rumahnya, Leli berhasil menanam tanaman tersebut yang hingga saat ini tanaman Sacha Inchi sudah berbuah dan sebentar lagi akan dipanen.

“Saya menanam tanaman Sacha Inchi ini mulai dari bibit sampai berbuah memerlukan waktu 7-8 bulan dan penanamannya pun tidak begitu rumit”, kata Leli kepada analisaglobal.com, Minggu (6/3/2022).

Menurutnya, tanaman sacha inchi ini memerlukan pupuk organik, apalagi di daerah kita iklimnya tropis sama halnya asal tanaman sacha inchi ini yang berasal dari hutan Amazon.

Ia juga menambahkan, untuk sebelum dilakukan penanaman, kita terlebih dahulu menyiapkan lahan dan ajir yang lebih bagusnya ajir permanen karena tanaman ini hidupnya bisa sampai 30 tahun. Namun jika sementara biaya terbatas, baiknya juga bisa pakai ajir dari bambu.

“Budidaya tanaman sacha inchi tidak begitu rumit dan alangkah baiknya 100 % menggunakan pupuk organik dengan alasan untuk menjaga kualitas buah dan hasil dari olahan nya nanti”, terang Leli.

Pangsa pasar minyak sacha inchi sangat tinggi, karena produk ini kaya nutrisi dan sumber omega 3, 6, dan 9. Bahkan, sumber omega 3 yang terkandung dalam minyak sacha inchi, 17 kali lebih tinggi dibanding omega ikan salmon.

Di pasaran, untuk bibit siap tanam di kisaran Rp 20.000-Rp 50.000 per pohon. Sementara, untuk kacang inca yang diolah menjadi minyak bisa mencapai Rp. 1jt per liternya. Bahkan, untuk minyak sacha inchi kualitas super harga per liternya bisa mencapai Rp 6 juta.

Budidaya tanaman Sacha Inchi yang berasal dari hutan Amazon, Peru. Di Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Minggu (06/03/2022). Foto : A.Yayat/analisaglobal.com

“Untuk lebih mudahnya dalam pembudidayaan kacang inca ini lebih baiknya sistem kemitraan agar ketersediaan bibit/biji, pembinaan dan pemasaran bisa kita kerjasama”, tambahnya.

Kacang inca atau sacha inchi merupakan jenis tanaman super food yang masih banyak orang belum tahu. Oleh karena itu, jenis tanaman ini sangat cocok dan di kembangkan di daerah iklim tropis.***A.Yayat/ A.Suryana

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!