Peringati Hari Air Sedunia, Wagub Jabar Himbau Agar Masyarakat Peduli Terhadap Air Bersih

Kota Tasikmalaya, analisaglobal.com,– Pemerintah Provinsi Jawa Barat Peringati Hari Air Se-Dunia (World Water Day) setiap tanggal 22 Maret 2022 sekarang menginjak ke-30 dengan tema selalu berganti di setiap tahunnya, giat tersebut dilaksanakan di Situ Gede Kota Tasikmalaya. Selasa (22/03/2022).

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Kepala Dinas PSDA, Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, dan Walikota Tasikmalaya.

Giat Hari Air Sedunia (World Water Day) merupakan hari yang dirayakan setiap satu tahun sekali sebagai bentuk usaha untuk menarik kepedulian masyarakat Dunia mengenai pentingnya air bersih bagi kehidupan. Perayaan tersebut juga dapat dikatakan sebagai upaya penyadaran dalam rangka melindungi Sumber Daya Air (SDA) bersih secara berkesinambungan.

Awal mula munculnya ide perayaan Hari Air Sedunia atau World Water Day adalah pada saat diadakannya Sidang Umum Persatuan Bangsa Bangsa atau PBB ke-47 pada tanggal 22 Desember 1992. Sidang tersebut bertempat di Kota Rio de Janeiro, Brasil dengan lingkungan dan pembangunan sebagai tema dalam persidangan.

Pada tahun 2022 ini tema yang diangkat adalah Groundwater : Making the invisible visible atau Air tanah: Membuat yang tak terlihat-terlihat.

Setahun setelah ide tersebut diumumkan, Majelis Umum PBB kemudian memberikan respon berupa Resolusi Nomor 147/1993 dengan menetapkan tanggal 22 Maret 1993 sebagai perayaan Hari Air Sedunia atau World Water Day untuk pertama kalinya.

Wagub Jabar, H. Uu Ruzhanul Ulum memaparkan sekarang adalah momentum Hari Air Sedunia tentunya menguatkan kembali kepada masyarakat tentang pemeliharaan sumber mata air dan pemeliharaan lingkungan. serta pihaknya akan menggiatkan kembali kepada masyarakat Jawa Barat untuk menjaga air dan menghemat air. Paparnya.

“Lebih baik mewariskan mata air kepada masyarakat kepada anak cucu kita dari pada mewariskan air mata.”Ujar H.Uu Ruzhanul Ulum.

Wagub Jabar menghimbau kepada lapisan masyarakat untuk menghemat air, menjaga kelestarian lingkungan dan lingkungan air. Dikarenakan, air semakin hari semakin rusak, air semakin kurang, kita mungkin merasakan sekarang ini bagaimana kehidupan sekarang tanpa air.

“Saya minta untuk menjaga Situ Gede Kota Tasikmalaya sekalipun ada kewengangan Pemprov, tapi sebenarnya bukan milik pribadi tapi milik masyarakat Kota Tasikmalaya. Ini penting sekali berkaitan kebutuhan masyarakat bukan hanya sebatas itu. Tetapi ada kebutuhan yang lain, termasuk tentang Pariwisataa dan PAD”. Ujar Uu.

UU menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk berwisata sesuai dengan permintaan aspirasi masyarakat Kota Tasikmalaya. Pemprov Jabar sedang mendorong untuk Destinasi Wisata Situ Gede dan mendorong PAD untuk kepentingan masyarakat sendiri.

“Sempat tersendat oleh pandemi sehingga anggaran tersebut di bawa oleh badai covid-19. Pemprov Jabar akan merevitalisasi pembangunan Situ Gede Kota Tasikmalaya dan sudah direncanakan 40 Milyar dari tahun 2018 dan 2019. Insya alloh dianggarkan pada tahun 2022 sekitar 8 M dulu, tahapan selanjutnya sesuai harapan akan mencapai 40 M dibeberapa titik dan Revitalisasi akan di bangun”. Pungkasnya.***Day

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!