Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Ketahanan pangan menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan pemerintah. Hal ini tak semata-mata bicara tentang ketersediaan produk pertanian, perikanan dan peternakan yang melimpah saja, tapi juga menjadi upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan di tengah masyarakat.
Merujuk pada pasal 5 Peraturan Presiden No. 104 tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun 2022 disebutkan, dana desa penggunaannya antara lain untuk program ketahanan pangan dan hewani, paling sedikit 20 persen. Dengan peruntukannya program ketahanan pangan dan hewani, perlu dioptimalkan.
Untuk itu, Pemdes Muktisari bersama Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan Kabupaten Ciamis lakukan pelatihan peternakan dan perikanan dalam program ketahanan pangan di Desa Muktisari.
Pelatihan dihadiri oleh beberapa peternak dan pembudidaya se-Desa Muktisari yang bertempat di aula Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Rabu, (23/3/2022).
Dengan adanya program ketahanan pangan dan hewani. Maka, para peternak dan pembudidaya di Desa Muktisari harus bisa mengoptimalkan usahanya supaya bisa berkembang.
“Selain usahanya berkembang nantinya bisa menyerap lapangan kerja dan peningkatan ekonomi di daerah”, ujar Kepala Desa Muktisari, Ade Suci Permana
Rasa haru disampaikan Ahmad Sobari dari Penyuluh Perikanan Kecamatan Cipaku, dengan kekompakan masyarakat Desa Muktisari yang memiliki potensi kolam di lima Dusun yang sangat luar biasa turut serta mendukung, mensukseskan dan mewujudkan program ketahanan pangan yang diprogramkan oleh pemerintah pusat.
Sebagai nara sumber, Ia menyampaikan dengan budidaya ikan nila ini sangat berpotensi untuk menjadikan sebagai usaha ekonomi kerakyatan, membangkitkan ekonomi, kemudian juga ikan nila ini memiliki keunggulan rasa enak dan semua kalangan suka makan ikan nila.
“Dan juga dengan adanya pembudidaya ikan di Desa Muktisari, akan membuka peluang penyerapan lapangan kerja di daerah”, ujarnya.
Ahmad Sobari berharap, setelah pelatihan ini, saya akan membuat jadwal untuk rutin berkunjung ke kelompok-kelompok yang serius. Didalamnya, nanti akan ada pendampingan secara teknis, manajerial sampai ke penjualan.
“Masyarakat Desa Muktisari, Tetap Semangat!”, harapnya.
Sementara itu, Adang Sayuti Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian menyampaikan, sebaiknya petani dihimpun dalam suatu kelompok yang dibina secara rutin. Di setiap Kecamatan itu sudah ada lembaga di bidangnya yaitu para penyuluh di BPP yang sudah ditugaskan di tiap-tiap Desa.
“Dengan adanya program ketahanan pangan secara nasional, saya menyambut baik. Ketentuan dari pusat berarti, pemerintah pusat sangat memperhatikan keadaan petani.” Pungkasnya.***A. Hidayat/A. Suryana
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang