Selain Miliki 3 Produk Unggulan Ekraf
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Ekonomi Kreatif (Ekraf) adalah sebuah konsep pada era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas, dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya.
Seiring berjalannya waktu, perkembangan ekonomi sampai pada taraf ekonomi kreatif setelah beberapa waktu sebelumnya, dunia dihadapi dengan konsep ekonomi informasi yang mana informasi menjadi hal yang utama dalam pengembangan ekonomi. Dengan mengacu pada hal tersebut, Ikin Bunyamin Selaku Sekdes Nanggewer atau yang akrab disapa Iking Kridit berinisiatif mengakomodir ekonomi kreatif yang ada di desa-desa khususnya wilayah kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.
Ikin mengatakan, bahwa konsep tersebut muncul setelah mengikuti pameran Tasik Festival dalam gelaran hari jadi kabupaten Tasikmalaya ke-390 tahun beberapa waktu lalu, dimana pada gelaran Tasik Festival, kami selaku perwakilan dari kecamatan Pagerageung menonjolkan olahan makanan khas dari desa-desa di wilayah kecamatan Pagerageung serta potensi wisatanya. Ucap Ikin, Sabtu (06/08/2022) kepada analisaglobal.com
“Dari pengalaman di Tasik Festival kemarin, kami berembuk bersama rekan-rekan yang lain, dan Insha Alloh kami berinisiatif dan akan memulai dengan adanya gerai olahan, dimana nantinya kami akan memunculkan 3 produk unggulan yang menjadi Ikon, yaitu olahan kerupuk kulit, Susu Kefir, serta Dodol yang dikemas dengan daun pisang, akan tetapi dari 3 produk unggulan tersebut semua olahan dari desa-desa yang ada di wilayah kecamatan Pagerageung tentunya akan terakomodir semua. Jelas Ikin.
Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia
Lanjut Ikin menuturkan, untuk produk unggulan seperti susu, susu mau dibuat jadi kefir ataupun mau dibuat jadi yoghurt bisa, dan dibuat apa saja, seperti bolu susu juga bisa, adapun untuk susu kefir ini memiliki kelebihan dan khasiat juga untuk kesehatan, jadi bakteri positif untuk tubuhnya lebih banyak makanya slogannya itu kakaknya yoghurt pamannya Yakult. Selanjutnya untuk kerupuk kulit juga termasuk produk unggulan dan intinya semua bisa terakomodir ketika ada pesanan banyak tentunya semua desa yang ada di kecamatan Pagerageung pasti dilibatkan. Tuturnya.
“Seperti contoh itu ketika kita masuk ke tempat wisata, anggaplah kita masuk ke Jogja disitu ada bakpia, dan itu produk bakpia nya juga mungkin dari berbagai daerah ataupun dari berbagai desa, dan disini juga seperti itu, ketika masuk kecamatan Pagerageung, mulai dari Susu, Kerupuk kulit dan Dodol itu tidak hanya dari satu desa tapi dari seluruh desa yang ada di kecamatan Pagerageung.” Ungkapnya.
Masih kata Ikin menambahkan, untuk produk dodol memang dikenal di Garut, tetapi untuk dodol di Pagerageung ini unik dan memiliki ciri khas, karena kemasannya menggunakan daun pisang, dan dodol juga tidak hanya di satu desa saja, tetapi di desa-desa yang ada di Pagerageung ini pastinya ada. Imbuh Ikin.
“Intinya saya berharap produk apa saja bisa dibangkitkan lagi ketika pangsa pasarnya bagus dan lebih luas, seperti kerupuk kulit itu bukan hanya di desa kami ya itu Nanggewer, tetapi juga ada desa Sukadana, terus kerupuk kulit yang ada di luar Kecamatan Pagerageung atau yang ada di luar daerah seperti di Jakarta itu bibitnya itu dari Kecamatan Pagerageung, berarti ini benar-benar untuk menuju ekonomi kreatif.” Ungkapnya.
Serambi 1000 Masjid Kec. Pagerageung Bisa Menjadi Ikon Gerbang Perbatasan
Ikin juga menerangkan, selain ekonomi kreatif yang terus kami kembangkan tentunya untuk Pariwisatanya juga, dan Untuk rencana waktu dekat sekarang kami sudah memberikan masukan ke pihak Kecamatan melalui Pak Camat, saya harapkan kedepannya untuk menjadi Kecamatan Wisata yang mempunyai Ikon bahwa Kecamatan Pagerageung itu merupakan Serambi 1000 Masjid, karena kabupaten Tasikmalaya ini terkenal dengan Kota Santrinya, karena kami juga masuknya di wilayah perbatasan dengan kabupaten lain, maka nuansa Religius Islami sangat sesuai di gerbang perbatasan. Terangnya.
“Saya memberi masukan tersebut karena kalau dihitung dari setiap desa yang ada di kecamatan Pagerageung ini banyak, dari mulai Mesjid Jamie, Surau, Mushola, pokoknya masjid yang digunakan di masyarakat kita data, terus kita kumpulkan dan diberi nama, kita buku kan juga dan tentunya itu akan menjadi aset baik, bagi pihak pemerintah kecamatan ataupun pihak pemerintah kabupaten. Mudah-mudahan saja semuanya bisa berjalan lancar, baik dari gerai Ekraf dan Wisata Religi di kecamatan Pagerageung ini, dengan Serambi 1000 Masjid dan pihak Disparpora kabupaten Tasikmalaya dapat merealisasikan dan mendukung untuk kemajuan masyarakat disini.” Pungkasnya (AD/Mar)
Baca Juga Kapolsek Cisayong dan Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Evakuasi Penemuan Mayat Bayi
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang