Anggota DPR RI Komisi IX Dr. Netty Prasetiyani, M.Si Bersama BKKBN
Kabupaten Kuningan, analisaglobal.com — Pertambahan Penduduk di Jawa Barat pada usia produktif (15-64) diproyeksikan pada tahun 2030 mencapai 68,4 persen dari keseluruhan penduduk, maka dalam rangka percepatan penurunan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat bersama Anggota DPR RI Komisi IX Dr. Netty Prasetiyani, M. Si., menggelar sosialisasi yang bertempat di Bumi Perkemahan (Buper) Sidomba Kabupaten Kuningan. Minggu (11/12/2022).
Dengan tema “Sosialisasi Program Pembangunan Ekonomi Keluarga Dalam Percepatan Penurunan Angka Stunting Melalui Outbond Bersama Mitra Kerja” dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Dr. Netty Prasetiyani, M.Si, Bidang KPSK BKKBN Provinsi Jawa Barat Elma Triyulianti Djajuri, Para Peserta dan tamu undangan lainnya.
Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PKS Dr. Netty Prasetiyani, M.Si menyampaikan, bahwa stunting ini bisa dicegah, pencegahan ini dari sebelum pasangan menikah. Usia nikah diharapkan untuk perempuan 21 tahun dan untuk laki-laki 25 tahun agar cukup waktu untuk menyiapkan kesehatan dirinya, untuk membangun kemandirian ekonominya. Katanya.
Gelar Sosialisasi Program Penurunan Angka Stunting
“Di keluarga juga harus saling mendukung dimana suami bisa mencukupi asupan gizi untuk istrinya yang hamil dan anak yang masih dalam tumbuh kembang. Karena masalah stunting ini jika dalam masa 1000 hari kelahiran atau dibawah 2 tahun masih bisa ditangani,” ujar Dr. Netty.
Dr. Netty juga menerangkan, dalam masalah stunting ini perlu adanya perubahan perilaku masyarakat untuk mengatasi hal ini, misalnya dalam menyiapkan asupan yang bergizi, rumah yang bersih sehat dan lain-lain. Karena untuk angka stunting di Jawa Barat ini cukup tinggi jadi harus ada kebijakan yang akseleratif untuk bisa mencapai target penurunan. Terangnya
“Berkeluarga itu harus dimulai dengan perencanaan. Dimulai usia 21 tahun adalah idealnya. Karena ketika memasuki usia yang ideal ini, sudah dirasa siap menghadapi tantangan dalam membangun keluarga, karena berkeluarga tidak semudah membalikkan telapak tangan, sehingga perlu perencanaan,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan oleh Elma Triyulianti Djajuri selaku koordinator Bidang KSPK BKKBN Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya mengatakan, untuk mencapai program dalam rangka penurunan angka stunting itu tentunya harus adanya persiapan dalam membangun keluarga dimulai pada usia remaja, dimana remaja perempuan ataupun laki-laki ini nantinya akan menjadi calon ibu dan calon bapak, dan dikemudian hari tentunya akan membangun keluarga dengan menikah. Ucapnya.
“Adapun untuk Program dari BKKBN saat ini salahsatunya fokus kepada usia remaja, dimana usia remaja ini sudah seharusnya diajarkan tentang perencanaan dalam kehidupan dengan sebutan GenBer (Generasi Berencana), maka dengan hal tersebut sejak dini untuk masalah stunting dapat dilihat dari tinggi badannya yang lebih pendek dari usia yang seharusnya, sering sakit-sakitan, kurang gizi, adanya infeksi, sehingga tumbuh kembang badannya tidak sesuai dengan usianya,” Jelasnya.
Lanjut Dia menambahkan, maka dengan demikian, perlu adanya upaya dalam meminimalisir stunting, melalui persiapan saat kehamilan seperti asupan ibu hamil yang terpenuhi dengan baik, hingga proses tumbuh kembang anak dengan memenuhi asupan gizinya. Karena jika persiapan ini tidak dilakukan dengan baik, dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kehamilan dini, pendarahan, maupun kondisi bayi lahir prematur, tambahnya. (AD/Mar)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang