Antisipasi Lonjakan Arus Balik Nataru 2023
Lampung selatan, analisaglobal.com — Hadapi lonjakan arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, DPC Gapasdap Bakauheni, Lampung Selatan, mulai lakukan persiapan dengan matang.
Ketua Gapasdap Bakauheni Warsa saat di konfirmasi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik ASDP, Kepolisian, BPTD dan KSOP, bilamana terjadi lonjakan pengguna jasa penyeberangan. Dan telah mempersiapkan sebanyak 74 kapal untuk melakukan pelayaran di lintas Merak-Bakauheni.
“Bilamana terjadi lonjakan penumpang arus balik, kami sudah sepakati baik dari pihak ASDP dan Kepolisian serta pihak-pihak terkait, untuk menampung kendaraan dikantong parkir, yaitu di Rest Area km 20, kemudian untuk melepasnya selalu berkoordinasi dengan pihak ASDP yang ada di Pelabuhan. Sehingga bisa mengurangi kepadatan di dalam pelabuhan. Dan kita juga sudah persiapkan sebanyak 68 kapal untuk Reguler dan 6 untuk Eksekutif,” katanya, Kamis (29/12) diruang kerjanya.
Memasuki Cuaca Ekstrim
Baca Juga Danrem 043/Gatam Berikan Rumah Layak Huni Kepada Seorang Warga Kabupaten Lampung Selatan
Mengenai cuaca ekstrim, pihak gapasdap mengimbau kepada pengguna jasa pelabuhan penyeberangan bakauheni untuk dapat menunda perjalanan dalam beberapa hari ke depan, dikarenakan cuaca sedang tidak stabil.
“Untuk pengguna jasa, kami mengimbau untuk tidak melakukan perjalanan di malam hari, kalau bisa siang hari, mulai pukul 05.00 WIB, sampai pukul 16.00WIB. Karena cuaca buruk biasanya terjadi di sore hari sampai malam hari, selama ini, dan kita harus ikut arahan dari pihak pelabuhan, dan kapal kalau sudah ada di atas kapal, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Warsa juga menjelaskan, apabila terjadi insiden kecelakaan akibat cuaca buruk saat ingin berlayar ataupun saat bersandar dermaga, pihaknya menjelaskan, akan mempersiapkan alat berat seperti Crane dan Tagbut untuk penyelamatan pada saat evakuasi.
“Jika seandainya terjadi kecelakaan seperti kendaraan tercebur ketika hendak naik atau turun kapal akibat cuaca buruk, kita sudah siapkan alat berat dan alat untuk evakuasi penumpang. Kami sudah mengusulkan kepada ASDP, supaya alat berat seperti crane, sudah standby di sekitaran pelabuhan, agar gerakkannya lebih cepat dan mudah untuk mengevakuasi, apabila terjadi insiden seperti di merak,” jelasnya. (Edimirza)*
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang