Dampak Longsor, Pengunjung Obwis Kawah Gunung Galunggung Menurun

Dampak Longsor

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com – Di puncak libur lebaran 1444 H, obyek wisata kawah dan Cipanas Gunung Galunggung yang beralamat di Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat mengalami penurunan pengunjung. Selasa (25/04/23).

Manager set Priangan Sumarsono mengatakan, untuk libur lebaran sekarang pada prinsipnya kami selaku pengelola Wisata Gunung Galunggung sudah antisipasi dalam segi keamanan dan kenyamanan untuk para pengunjung ,kami pun sudah berusaha semaksimal mungkin dari mulai perbaikan jalan, rambu-rambu.

“Semua itu kami laksanakan demi kelancaran bersama prihal perawatannya pun berjalan dengan semestinya, kami setiap periode ada anggaran untuk pemeliharaan seperti itu,” ungkap Sumarsono kepada analisaglobal.com di kantornya.

Pengunjung Obwis Kawah Gunung Galunggung Menurun

Lanjut ia, untuk peningkatan pengunjung kalau di bandingkan dengan tahun lalu memang ada penurunan, tetapi memang itu semua kami belum ada analisa, pada prinsipnya yang bisa kita lihat mungkin lebaran tahun lalu itu adalah awal bulan.

Sumarsono – Manager set Priangan (Pengelola Wisata Gunung Galunggung). Selasa (25/04/23). YZ/analisaglobal.com

“Dan kalau sekarang akhir bulan itu yang pertama, dan selanjutnya mengenai info-info kemarin longsor itu juga mempengaruhinya, mungkin karena libur nasional nya yang terlalu mepet itu saja yang menjadi analisa pihak kami,” terangnya.

Baca Juga Libur Lebaran 1444 H, Pengunjung Wahana Ampera Waterpark Meningkat 100%

Sumarsono menambahkan, kami selaku pengelola selalu berharap kepada pengunjung untuk datang kembali dan ramaikan wisata Cipanas Galunggung agar wisata di Tasikmalaya dapat terdongkrak apalagi ini kan galunggung sebagai maskot Tasikmalaya yang sebenarnya. Imbuhnya.

“Jadi saya selaku set manager, kami mengajak masyarakat ataupun pengunjung semuanya untuk memulai kembali agar Galunggung lebih baik lagi,” harap Sumarsono.

Selain itu juga, analisaglobal.com pun menyinggung soal pintu masuk yang di miliki perhutani.

Sumarsono menjelaskan, untuk pintu masuk yang milik perhutani di dalam lokasi air panas ada dua pintu, termasuk tempat camping yang di kelola oleh pihak ke tiga (KOPARGA) seperti menyewakan tenda dan lain sebagainya, kalau kami pada prinsipnya dalam taraf pengawasan, jelasnya. (Yusrizal)

Baca Juga Pohon Tumbang Menimpa Jaringan SUTM, Pasokan Listrik ke Pelanggan Terganggu

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!