Masuk MCK Kembali Bayar, Diduga Obwis Cipanas Galunggung Lakukan Pungli Kepada Pengunjung

Masuk MCK Kembali Bayar

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Sarana prasarana di tempat wisata merupakan hal paling utama untuk kepuasan bagi para pengunjung, seperti hal nya di area wisata Cipanas Galunggung yang beralamat di Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya, dari mulai sarana ibadah sampai sarana air bersih pun sudah tersedia.

Namun sangat disesalkan, ketika para pengunjung harus merogoh kocek kembali saat memerlukan sarana air bersih di MCK (Mandi Cuci Kakus), padahal menurut informasi, biaya tersebut sudah termasuk dengan tiket masuk, akan tetapi para pengunjung harus rela untuk kembali merogoh kocek saat akan masuk ke ruangan bilas/MCK.

Syahidin, S.Sos, selaku kordinator pengelola wisata obyek Wisata Cipanas Galunggung saat ditemui oleh analisaglobal.com untuk mengkonfirmasi dan meminta ruangan atau tempat untuk wawancara, pihak Syahidin seolah enggan dan tidak mau malah berujar di sini saja tempat loket karcis, dengan attitude yang kurang baik.

Dengan adanya hal tersebut analisaglobal.com pun sangat menyayangkan sikap seorang koordinator pengelola Obyek Wisata Cipanas Galunggung milik Pemda Tasikmalaya, dimana seorang pengelola tidak mencerminkan sikap seorang pelayan.

Diduga Obwis Cipanas Galunggung Lakukan Pungli Kepada Pengunjung

Terkait hal tersebut analisaglobal.com pun akhirnya langsung mengkonfirmasi, Syahidin, S.Sos ditempat loket/karcis, dirinya mengungkapkan, sebetulnya untuk penunjang fasilitas Obyek wisata kolam renang itu ada kamar bilas yang mana memang kita mempunyai, yang tadinya kan kamar bilas itu ada kamar penunjang seperti kamar WC, bilas, Gajebo dan segala macam itu yang ada di dalamnya, ungkapnya.

Para Pengunjung saat membayar ketika masuk ataupun keluar kamar bilas/MCK di obyek wisata cipanas galunggung. Selasa (25/04/23) YZ/analisaglobal.com

“Sebenarnya oleh pihak kami tidak boleh ada pungutan, tetapi untuk kebersihan saja dan tidak di patok sekian-sekian atau nominalnya, silahkan seikhlasnya, tetapi saat di cek ke lokasi tersebut ada tertera di bandrol dengan harga Rp. 3000, namun pihak pengelola, membantahnya tidak boleh,” tegasnya.

Syahidin juga menambahkan, Jadi memang hal tersebut diklarifikasi, mungkin dari kami ditekankan tidak boleh di pungut dan tidak ada istilahnya pemaksaan, Silahkan minta seikhlasnya, andaikan tidak punya, ya tidak usah, imbuhnya.

analisaglobal.com pun memperlihatkan alat bukti melalui foto yang diambil di lokasi, dimana ada tertera harga untuk masuk MCK, Syahidin mengatakan bahwa ini kesalahan fatal. Ujarnya.

Tarif harga untuk masuk kamar bilas/MCK tertera di meja penjaga MCK di obyek wisata cipanas Galunggung. Selasa (25/04/23). YZ/analisaglobal.com

Saat di tanya oleh analisaglobal.com terkait setoran uang tersebut kemana ? Namun Syahidin tidak menjawab, dirinya malah menuturkan, Insya Allah kami akan menindak mereka, dalam artian, mungkin di stop di diamkan oleh kami sekarang juga untuk di klarifikasi dan mohon maaf saya selaku koordinator pengelola Obwis Pemda mungkin kepada masyarakat atau pengunjung ini bukan kelengahan kami, tapi kami tidak bisa mengawasi ke belakang, tuturnya

“Insyaallah kami hari ini akan cek langsung ke bawah.” Tegas Syahidin.

Saat di singgung apakah uang tersebut di setorkan ke Saudara A (Inisial) ? namun lagi-lagi Syahidin membantahnya dan seolah-olah enggan untuk menjawab.

Malah Syahidin mengungkapkan, begini pak (awak media), sebetulnya kalau kita itu untuk di belakang tidak ada untuk kebersihan, karena dari pihak pemerintah tidak ada istilahnya bantuan untuk membeli kaporit, untuk membeli paralon, kita menyarankan seadanya dari MCK tersebut, ungkapnya.

Saat ditanya, itu sudah berjalan berapa lama ?
Lagi-lagi Syahidin membantahnya, Bisa di lihat kami itu untuk memperbaiki tahunan kemarin kita habis berapa ?, Katanya.

Baca Juga Dampak Longsor, Pengunjung Obwis Kawah Gunung Galunggung Menurun

Saat di konfirmasi perihal anggaran untuk pemeliharaan habis berapa ? Lagi-Lagi Syahidin mengelaknya dan malah menjawab yang tidak tidak.

“Kita ke pemerintah setiap tahun ada pemeliharaan, dan sekarang kan tidak ada, seperti untuk Cat tidak ada, hanya bisa untuk perbaikan saja. Harian saja untuk bilas itu, karena Kitakan tidak di batasi untuk bilas terutama sabun dan obat pembersih itu kan tiap hari.” Jelasnya.

Syahidin menambahkan, adapun sebagai informasi untuk puncak liburan per-hari ini Selasa (25/04/23) alhamdulilah tadi pada jam 00.00 WIB sampai jam 13.00 WIB sudah mencapai 1867 karcis terjual, dan mudah-mudahan bisa terus seperti kemarin, dan kalau kemarin mungkin kita ada 2360 sampai jam 00.00 WIB dari Jam 16.00 WIB sore hari, mudah -mudahan sekarang bisa lebih.

“Jadi kami mohon maaf bilamana ada anak buah kami di bawah bukannya sengaja kesalahan mereka karena memang di bawah kelihatanya banyaknya orang yang dari luar yang membantu, sehingga memang kami dalam pengawasan agak susah juga.” Imbuhnya.

Masih Kata Syahidin, kembali ke masalah MCK, Kebetulan MCK ruang bilas ada 3 di atas, dan 1 di bawah, jadi ada di tiga tempat, untuk MCK yang lainnya, memang kita kalau yang di belakang kamar MCK, cuma dua-duanya punya kita semua di atas ada 3 (Tiga).

Selain itu analisaglobal.com pun menanyakan terkait parkiran, ia menjawab, untuk hal tersebut beda, karena itu milik perhutani, namun dirinya juga sempat meralat bahwa parkir milik karang taruna.

Atas kejadian tersebut, analisaglobal.com berharap ke pihak dinas terkait yaitu Disparpora Kabupaten Tasikmalaya dan Saber Pungli Kabupaten Tasikmalaya untuk tidak duduk manis saja dan berharap segera melakukan evaluasi di obyek wisata Cipanas Galunggung, sehingga dugaan pungli untuk segera ditindak dan ketika pembenahan managerial dilakukan tentunya dapat meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi kabupaten Tasikmalaya dari sektor wisata.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Dinas terkait belum dapat dikonfirmasi. (Yusrizal)

Baca Juga Libur Lebaran 1444 H, Pengunjung Wahana Ampera Waterpark Meningkat 100%

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!