DPRKPLH Ciamis
Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Sebanyak 45 pelaku usaha UMKM perwakilan dari 9 Kecamatan mengikuti Kegiatan bertema: “Implementasi Pengelolaan Limbah Hasil Produksi Pada Industri UMKM Makanan Olahan dengan narasumber dari para pengusaha yang telah berhasil mengolah limbah hasil produksinya. Rabu (13/12/2023).
Rini Valianti Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (DPRKPLH) Ciamis menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup bertujuan untuk berbagi pengalaman atau sharing pengalaman dari pengusaha yang telah berhasil membuat instalasi pengolahan limbah atau telah berhasil mengolah limbah hasil produksinya, sehingga menimbulkan kesadaran bagi para pengusaha lainnya untuk tetap menjaga lingkungan, tuturnya.
“Adapun keberhasilan mengolah limbah tersebut agar tidak dibuang ke lingkungan secara langsung namun limbahnya diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan,” ujar Rini.
Selanjutnya Rini juga mengungkapkan, narasumber dalam implementasi Pengolahan Limbah ini adalah mereka pelaku usaha olahan makanan yang sudah berhasil mengolah limbah produksinya salah satunya yaitu H. Endus Zaenal M salah seorang pemilik pabrik nata de coco yang telah berhasil mengubah air kelapa dan juga dari santan kelapa sehingga tidak menghasilkan sampah sama sekali dari batoknya dari ampasnya dan lain-lainnya, ungkapnya.

Sosialisasikan Pengolahan Limbah Produksi UMKM Makanan Olahan
“Semua bahan baku diolah kembali sehingga menghasilkan 0% sampah dan juga digunakannya sistem evaporasi yaitu penguapan sehingga air yang dihasilkan dari rumah itu diuapkan untuk air panas cairnya, limbah padatnya tadi diolah kembali,” jelasnya.
Bukan hanya itu, adapula dari Cipaku H. Herdis Priyanto (Pabrik Tahu Songkha) yang telah berhasil pengolahan limbah tahu dengan sistem pengolahan biodigister. Dan ketiga adalah Sansan Abdul Syukur, ST dari Kecamatan Cihaurbeuti dengan nama perusahaan Putra AR memproduksi makanan olahan Baso Sapi, Otak Otak dan Mie Kwetiaw yang menerapkan pengolahan limbah dengan menggunakan bak-bak atau kolam Aerasi, Narasumber lainnya Dian Hadian konsultan lingkungan sebagai ahli.
Baca Juga Kurangi Buang Hajat di Kolam, Pemerintah Berikan Bantuan Septic Tank Untuk Warga
Rini juga menerangkan, kenapa kami membawa narasumber narasumber dari para pengusaha yang telah mengolah limbah produksinya dengan baik karena kalau sosialisasi sosialisasi saja memaparkan hanya teknik-teknik atau teori-teori kan itu sudah kurang efektif dan juga belum tentu dipahami oleh semua, tapi dengan berbagai pengalaman dengan contoh sharing diperlihatkan cara kerja melalui visualisasi gambar dan narasi menerangkan bahwa, ini loh di Ciamis perusahaan yang telah mengolah limbahnya dengan baik, terangnya
“Mencari keuntungan itu bukan berarti tidak mempedulikan lingkungan, tapi tetap kita pun harus menjaga lingkungan karena kalau tidak dijaga, akan berimbas juga ke perusahaan baik yang memberi imbas langsung ataupun imbas yamg datang dari alam, itu yang paling ditakuti,” katanya.
Imbas langsung yang non teknis dan imbas lainnya yang memang akibat kita tidak menjaga kesadaran, kalau kita lihat mungkin yang UMKM, mikro ke bawah yang termasuk terbatas produksinya yang masih sedikit, mereka beranggapan masih sedikit.
“Jadi kita pun lakukan pendekatan secara persuasif tidak terlalu menekan tapi dengan memberikan arahan-arahan dqn pembinaan sehingga nanti timbul kesadaran dari mereka sendiri untuk menjaga lingkungan yang penting itu kesadaran akan menjaga lingkungan,” pungkas Rini. (Dods)
Baca Juga MPP Kembali Gelar Audiensi, Ketua DPRD Sepakat Tolak Pinjaman Pemda Pangandaran Senilai 350 M
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang