Diduga Adanya Penggelapan Program PKH Dan BPNT
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) telah menjadi penyokong utama kesejahteraan masyarakat. PKH memberikan bantuan tunai kepada keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan dasar, sementara BPNT memberikan akses langsung kepada masyarakat untuk memperoleh bahan pangan yang dibutuhkan melalui sistem kartu elektronik.
Meskipun demikian, skandal adanya dugaan penggelapan yang diduga dilakukan oleh salah seorang oknum perangkat desa di desa Cikubang kecamatan Taraju telah menjadi polemik krisis kepercayaan masyarakat, dimana adanya dugaan penggelapan dari program PKH (Program Keluarga Harapan) dan juga BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang sudah dilakukannya beberapa tahun tentunya merugikan pihak Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
Menurut salah satu sumber yang juga warga desa Cikubang yaitu inisial (A) menyampaikan, bahwa permasalahan tersebut sudah pernah di musyawarahkan, akan tetapi sampai saat ini pun belum ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari oknum pelaku, katanya. Senin (19/03/2024).
Pihak Pemdes Cikubang Taraju Seolah Tutup Mata
“Permasalahan ini kurang lebih sudah berjalan 5 tahun, jika ditotalkan kerugian dari program PKH itu sebesar ±Rp. 35juta, karena kami tidak pernah menerima, dan kartu PKH pun di simpan di desa bukan di saya,” jelasnya.
(A) juga mengungkapkan, semakin jelas adanya dugaan penggelapan dari program PKH ini ketika saya sendiri meminta di print out penerimaan yang cair selama ini ke kartu PKH saya, dan disitu ada buktinya bahwa selama ±5 tahun ternyata ada yang mencairkan, malahan salah satu oknum dari perangkat desa juga sudah mengakuinya, ungkapnya.
Baca Juga Penanganan Kasus DBD di Ciamis Seolah Tiada Hasil, Kasus DBD Terus Meningkat
Untuk mengkonfirmasi kebernaran dari kejadian tersebut, pihak media analisaglobal.com pun mencoba menghubungi Sekretaris desa Cikubang Nanang Sasmita, dan juga Jajang selaku kepala Desa Cikubang melalui pesan singkat WhatsApp (WA). Rabu (20/03/2024).
Nanang Sasmita Sekdes Cikubang menyampaikan, bahwa untuk masalah tersebut saya kurang tahu dan baru mendengar hari ini, barangkali saja bisa langsung ditanyakan ke pak kuwu atau ke pak Kesra, katanya.
Pihak analisaglobal.com pun langsung menghubungi kepala desa Cikubang yaitu Jajang, dirinya menyampaikan hal yang sama, saya kurang tahu akan hal tersebut pak, sepertinya saya belum tahu orangnya siapa, dan yang menggelapkan juga siapa, nakanya saya tidak bisa memberikan tanggapan yang lebih, karena kesalahannya juga saya tidak tahu, ungkapnya.
“Intinya saya mohon maaf tidak bisa memberikan tanggapan yang lebih, karena saya sendiri juga tidak tahu permasalahannya pak,” ujarnya.
Dengan adanya tanggapan yang dikemukakan oleh sekdes ataupun kepala desa Cikubang, diduga pihak pemerintah desa Cikubang enggan memberikan tanggapan ataupun keterangan yang semestinya, dan diduga tutup mata atas kasus tersebut, yang mana pihak pemerintah desa seharusnya melakukan kroscek atas adanya dugaan penggelapan tersebut bukan malah tidak tahu dan seolah tidak peduli.
Maka pihak media analisaglobal.com berharap kepada pihak terkait, yaitu Dinas PMD Kabupaten Tasikmalaya, Pihak Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya, dan juga Pihak Dinsos serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan audit atas adanya dugaan penggelapan dari program PKH ataupun BPNT tersebut, sehingga KPM tidak dirugikan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. (Red)
Baca Juga Laksanakan Kunker Ke Polres Ciamis, Kapolda Jabar Ingatkan Marwah Institusi Polri
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang