Dugaan Adanya Kongkalingkong
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Adanya Dugaan indikasi korupsi dalam pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di wilayah desa Pamoyanan kecamatan Kadipaten mulai mencuat, dimana banyak temuan dilapangan. Adapun pembangunan Revitalisasi PLUT tersebut menelan anggaran Rp. 3,5 Miliar, dengan nilai Pagu sebesar Rp. 3.519.116.000,00 Nilai HPS Rp. 3.519.116.000,00.
Adapun pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV. Lia Jaya dan mendapat sorotan dari Tokoh Masyarakat setempat yaitu TR, dimana menurut TR dari mulai Direksi Keet, tentang K3 dan juga bestek yang diterapkan, dimana proyek yang seharusnya bertujuan untuk mendukung pengembangan UMKM ini diduga mengalami penyimpangan anggaran yang cukup signifikan, katanya. Senin (20/08/24)
“Indikasi korupsi ini berawal dari hasil temuan dilapangan, dimana hal tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang dialokasikan dengan fisik yang diterapkan dilapangan,” jelasnya.
Baca Juga Semarak Ulang Tahun ke – 36, Perumdam Tirta Galuh Gelar Diskon Murah
Pembangunan PLUT Di Kadipaten
Labih lanjut TR mengungkapkan, Saya selaku masyarakat berharap pihak berwenang melakukan investigasi lebih lanjut terkait masalah ini, dimana ditakutkan adanya dugaan kongkalikong antara pemenang tender atau penyedia jasa (CV) dengan pihak dinas terkait yaitu Diskopukmindag.
“Ini adalah program penting bagi pengembangan UMKM, dan jika terbukti ada korupsi dalam proyek ini, tentu akan sangat merugikan banyak pihak, terutama para pelaku UMKM yang membutuhkan fasilitas ini, apalagi ketika Izin PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) tidak ada, ungkapnya.
TR berharap pembangunan proyek gedung PLUT ini harus benar-benar dikawal dengan baik oleh pihak pengawas yaitu Diskopukmindag, serta Inspektorat dan juga Aparat Penegak Hukum (APH), dimana banyaknya dugaan aturan yang ditabrak, sehingga hal sepele seperti K3 saja tidak diterapkan kepada pegawai, harapnya. (AD)
Baca Juga Diduga Dilarang Oleh Camat, Seniman Ohang Gagal Tampil di Desa Purwarahayu Kecamatan Taraju
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang