Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com – Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) menyoroti insiden dugaan keracunan makanan yang terjadi di Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, yang menimpa sejumlah siswa setelah menyantap makanan dari Program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Peristiwa ini memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam koordinasi antara pihak dapur umum sebagai penyedia makanan dengan unsur Muspika setempat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa makanan disediakan oleh dapur umum Mitra H. Dandi, namun diduga tanpa adanya supervisi dari pihak Puskesmas Rajapolah atau keterlibatan ahli gizi, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam program berbasis kesehatan seperti MBG.
Kepala Desa Manggungjaya kecamatan Rajapolah Endang Sopyan membenarkan hal tersebut. Saat dikonfirmasi di Puskesmas Rajapolah pada Kamis malam (01/05/2025), ia menyampaikan bahwa tidak ada pemberitahuan atau koordinasi sebelumnya dari pihak penyedia makanan kepada pemerintah desa.
Baca Juga TNI dan Warga Gotong Royong Cor Jalan di Desa Golat Panumbangan, Wujud Nyata Sinergi Membangun Desa
Sementara itu, Agung Camat Rajapolah belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) hingga berita ini diturunkan.
Menanggapi kejadian ini, Sekretaris Jenderal (Sekjend) FORWAPI, Ade Global, menyatakan perlunya investigasi menyeluruh oleh pihak berwenang.
“Ketiadaan koordinasi menjadi persoalan serius. Dapur umum Mitra H. Dandi harus dievaluasi. Menyediakan makanan, apalagi untuk anak-anak, tidak bisa sembarangan. Harus higienis, steril, dan bernutrisi,” tegasnya. Jumat (02/03/2025).
FORWAPI mendesak agar pihak terkait segera bertindak guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang, jangan sampai program pemerintah pusat ini menjadi polemik di masyarakat dengan adanya kejadian seperti ini. (Mar/Win)
Baca Juga Diduga Keracunan Makanan, 19 Siswa di Wilayah Kecamatan Rajapolah Alami Gejala
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang