Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com – Bencana alam kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Mekarjaya RT 043 RW 001, Desa Cikubang, Kecamatan Taraju, roboh akibat longsor yang dipicu hujan deras pada Sabtu sore (28/06/2025) sekitar pukul 16.15 WIB.
Peristiwa memilukan ini menyebabkan seorang anak berusia 9 tahun, Nazril bin Hendar, meninggal dunia setelah tertimpa material longsoran berupa tembok dan tanah. Nazril yang baru saja pulang dari kegiatan mengaji, melintas di jalan setapak tepat di depan lokasi longsoran saat kejadian terjadi.
Menurut keterangan Ketua RW setempat, Ferry N.A., sebelum kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan deras yang berlangsung cukup lama. “Setelah hujan reda sekitar pukul 15.30 WIB, aktivitas warga kembali normal. Namun tak lama berselang, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari halaman rumah Pak Saepulloh. Tembok penahan tanah dengan panjang sekitar 5 meter, tinggi 5 meter, dan lebar 3 meter roboh dan menyebabkan longsoran,” jelas Ferry.
Selain menelan korban jiwa, longsor ini juga berdampak pada dua rumah warga yang mengalami kerusakan di bagian pondasi dan halaman rumah.
Baca Juga 47 PLTS Diresmikan Presiden, 5.383 Rumah Tangga di Wilayah 3T Kini Nikmati Listrik Bersih
Upaya evakuasi langsung dilakukan oleh warga sekitar dengan dibantu aparat desa dan tokoh masyarakat. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Taraju, namun nyawanya tak tertolong.
Camat Taraju bersama aparat desa setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan awal. Hingga kini, masyarakat bersama perangkat desa terus melakukan upaya pembersihan dan penanganan sementara.
“Kami masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, untuk penanganan lebih lanjut dan mengantisipasi longsor susulan,” ujar Kepala Dusun, Huriyah Haryati.
Sementara Pemerintah Desa Cikubang melalui kepala Dusun Undang membenarkan bahwa telah terjadi longsor dan merenggut korban jiwa, dan kami dari pihak pemerintah desa menyampaikan ucapan belasungkawa, semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan, ujarnya.
Pemerintah desa dan masyarakat berharap agar bantuan dari pemerintah daerah segera turun, terutama untuk membantu keluarga korban dan melakukan mitigasi bencana di lokasi rawan longsor tersebut. (Yos Muhyar)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang