Bandung, analisaglobal.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mencatat kinerja gemilang pada Semester I 2025. Peningkatan jumlah pelanggan, daya tersambung, dan penjualan listrik menjadi indikator nyata bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Jawa Barat terus bergerak positif.
Hingga akhir Juni 2025, jumlah pelanggan PLN UID Jabar mencapai 17.801.468, naik 582.212 pelanggan atau 3,38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pelanggan rumah tangga mendominasi dengan 16,31 juta, disusul pelanggan bisnis sebanyak 947,1 ribu, dan pelanggan sosial 386,3 ribu. Peningkatan ini mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap listrik yang andal dan terjangkau.
Daya tersambung pelanggan pun melonjak menjadi 34.521 MVA, naik 1.887 MVA atau 5,78% dari 32.634 MVA pada Semester I 2024. Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan listrik di sektor rumah tangga, bisnis, industri, hingga pemerintahan.
Baca Juga Cadas Ngampar, Surga Wisata Alam di Desa Gunungsari
Penjualan listrik turut mencatat tren positif, mencapai 31.020,51 GWh atau naik 1.024,32 GWh (3,41%) dibandingkan tahun lalu. Sektor industri menjadi penyumbang terbesar dengan 12.481,7 GWh, disusul rumah tangga 11.821,5 GWh, dan bisnis 4.981,5 GWh.
General Manager PLN UID Jabar, Sugeng Widodo, menyampaikan apresiasi kepada pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan atas sinergi yang terjalin.
“Pertumbuhan ini adalah hasil kerja keras bersama. Data Semester I 2025 menjadi bukti nyata komitmen PLN UID Jabar dalam meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pembangunan ekonomi Jawa Barat,” ujarnya.
Sugeng menegaskan, keberhasilan ini tak lepas dari penguatan infrastruktur kelistrikan, peningkatan keandalan pasokan, dan inovasi layanan. PLN UID Jabar juga berkomitmen mengembangkan jaringan serta teknologi ramah lingkungan untuk memastikan pasokan listrik yang andal, sekaligus mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. (Dods)
Baca Juga PLN Tasikmalaya Sambut Hari Kemerdekaan dengan Program Diskon Tambah Daya 50%
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang