Kepala UPT Puskesmas Puspahiang Imbau Ibu Hamil Melahirkan di Praktik Bidan Desa

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Budi Utama S., Kep. Ners, mengimbau seluruh ibu hamil (bumil) agar melakukan persalinan di tempat praktik bidan desa dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Selasa (06/01/2026).

Imbauan tersebut disampaikan Budi Utama saat bersilaturahmi dengan Kepala Desa Mandalasari, Nur Komara Mahmud, pada Selasa, 6 Januari 2026. Dalam pertemuan itu, Budi mengungkapkan bahwa angka kematian ibu melahirkan di wilayah Kecamatan Puspahiang pada tahun sebelumnya tercatat nol persen atau nihil.

“Kondisi ini tentu patut kita syukuri dan saya berharap dapat terus dipertahankan di tahun-tahun berikutnya. Untuk itu, melalui kepala desa saya menghimbau agar ibu hamil melakukan persalinan dengan tenaga bidan desa serta menggunakan fasilitas medis yang ada di tempat praktik bidan,” ujar Budi.

Selain itu, Budi juga mendorong agar seluruh ibu hamil terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ia menegaskan bahwa UPT Puskesmas Puspahiang telah memiliki fasilitas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) yang siap melayani persalinan secara aman.

Baca Juga Puluhan Proyek RKB Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Disorot, Diduga Asal Jadi dan Kualitas Dipertanyakan

“Saya juga menyarankan ibu hamil menjadi anggota BPJS. Puskesmas Puspahiang sudah memiliki PONED, sehingga penting bagi masyarakat untuk memahami manfaat persalinan di rumah bidan desa,” imbuhnya.

Menanggapi imbauan tersebut, Kepala Desa Mandalasari, Nur Komara Mahmud, menyampaikan apresiasi dan menyatakan dukungannya. Ia mengakui bahwa selama ini sebagian warga, khususnya ibu yang akan melahirkan, masih memilih memanggil bidan desa untuk melakukan persalinan di rumah masing-masing.

“Terima kasih kepada Pak Kapus atas masukannya. Ini menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Desa Mandalasari. Saya akan segera menindaklanjuti imbauan ini dengan melibatkan para ketua RT, RW, kepala wilayah, serta kader desa,” ujar Nur Komara.

Lebih lanjut, Budi Utama mengungkapkan bahwa dari delapan desa di Kecamatan Puspahiang, terdapat dua desa dengan persentase persalinan di tempat praktik bidan desa yang masih tergolong rendah, yakni Desa Mandalasari dan Desa Sukasari. Hal tersebut disampaikan Budi di sela-sela pertemuannya dengan Kepala Desa Mandalasari.

Dengan adanya sinergi antara Puskesmas dan pemerintah desa, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan terus meningkat demi menjaga keselamatan ibu dan bayi. (Yos Muhyar)

Baca Juga Pemda Pangandaran Tunjukan Keseriusan Kawal KDMP, Tim Satgasus Turun Langsung Ke Desa

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!