Jelang Operasional Serentak, SPPG Ciamis – Panyingkiran Tegaskan Kesiapan Relawan dan Dapur

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Menjelang dimulainya kembali operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), SPPG Ciamis–Panyingkiran menegaskan kesiapan penuh seluruh unsur pelaksana melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta sterilisasi dapur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan aman, tertib, dan sesuai standar. Selasa, (06/01/2026).

Owner SPPG Ciamis–Panyingkiran, Robi Tamzil, menyatakan bahwa seluruh tahapan persiapan mengacu pada Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1 Tahun 2026 tertanggal 2 Januari 2026, yang menginstruksikan operasional dapur SPPG dilaksanakan secara serentak.

“Sebagai mitra, kami wajib melaksanakan seluruh instruksi yang ditetapkan. Pada Selasa, 6 Januari 2026, kami memastikan seluruh relawan dan staf menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum kegiatan operasional dimulai,” tegas Robi.

Baca Juga Realisasi Dana Desa 2025 Tuntas, Kades Imbanagara Raya Soroti Tantangan Besar Kebijakan DD 2026

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis melalui Puskesmas Imbanagara dan Desa Siaga (Desmas) Kecamatan Ciamis, meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, pemeriksaan dahak, serta skrining TBC.

“Seluruh relawan dinyatakan sehat dan tidak ditemukan penyakit menular. Ini menjadi syarat mutlak sebelum pelayanan dimulai,” ujarnya.

Sebanyak 50 orang mengikuti pemeriksaan, terdiri dari 47 relawan dan 3 staf, dan seluruhnya dinyatakan layak bertugas pada pelaksanaan program SPPG yang dijadwalkan mulai 8 Januari 2026.

Selain aspek kesehatan, SPPG Ciamis–Panyingkiran juga melakukan kerja bakti dan sterilisasi dapur, termasuk pembersihan seluruh peralatan memasak. Upaya ini ditegaskan sebagai komitmen menjaga kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas layanan kepada penerima manfaat.

Robi menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh relawan selama pelaksanaan program berlangsung.

“Kami menuntut komitmen penuh relawan untuk menjaga kesehatan dan profesionalisme. Program ini harus berjalan amanah, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara dapur dan penerima manfaat menjadi kunci keberhasilan,” pungkasnya. (Dods)

Baca Juga Kepala UPT Puskesmas Puspahiang Imbau Ibu Hamil Melahirkan di Praktik Bidan Desa

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!