Jelang Idul Fitri, KH Luthfi Fauzi Ingatkan Makna Lebaran: Kembali ke Fitrah Bukan Sekadar Baju Baru

Pangandaran, analisaglobal.com — Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional di berbagai daerah mulai dipadati masyarakat yang berburu kebutuhan Lebaran. Beragam perlengkapan seperti pakaian baru, sepatu, hingga aksesoris menjadi incaran warga untuk menyambut hari kemenangan dengan penampilan terbaik.

Namun di tengah semarak persiapan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Riyadussalikin, KH Luthfi Fauzi, mengingatkan masyarakat agar tidak keliru memaknai esensi Idulfitri yang sesungguhnya.

Menurutnya, Idulfitri bukan hanya identik dengan pakaian baru atau hidangan istimewa, melainkan momentum spiritual bagi umat Islam untuk kembali kepada kesucian setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

“Idulfitri itu maknanya kembali ke fitrah, kembali kepada kesucian setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan,” ujar KH Luthfi Fauzi. Senin (16/03/2026).

Ia menuturkan, tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran memang merupakan bagian dari kegembiraan umat Islam dalam menyambut hari raya. Namun hal tersebut tidak seharusnya menjadi tujuan utama dalam merayakan Idulfitri.

Baca Juga Dishub Ciamis Siagakan 114 Personel dan Sejumlah Posko Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

“Baju baru boleh saja, itu bagian dari kebahagiaan menyambut hari raya. Tapi jangan sampai makna utama Idulfitri justru tertutup oleh hal-hal yang bersifat lahiriah,” jelasnya.

KH Luthfi Fauzi menegaskan, esensi kemenangan di Hari Raya Idulfitri adalah keberhasilan umat Islam dalam menahan hawa nafsu, meningkatkan ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia selama bulan Ramadan.

Menurutnya, salah satu tanda seseorang benar-benar meraih kemenangan di hari raya adalah adanya perubahan sikap dan perilaku menjadi lebih baik setelah Ramadan berakhir.

“Kalau setelah Ramadan kita masih sama seperti sebelumnya, bahkan tidak ada perubahan dalam ibadah dan perilaku, maka perlu kita renungkan kembali makna dari puasa yang sudah dijalani,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai ajang mempererat tali silaturahmi serta saling memaafkan. Tradisi saling berkunjung dan meminta maaf dinilai sebagai nilai luhur yang sangat sejalan dengan ajaran Islam.

“Lebaran adalah momentum untuk membersihkan hati, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang,” katanya.

Di akhir pesannya, KH Luthfi Fauzi berharap masyarakat tidak hanya fokus mempersiapkan kebutuhan lahiriah menjelang Lebaran, tetapi juga memperhatikan kesiapan batin.

“Yang paling penting adalah hati yang bersih, niat yang tulus, dan keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan,” pungkasnya. (driez)

Baca Juga Pemkab Ciamis Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 untuk ASN

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!