Temuan Razia Lapas Ciamis Jadi Alarm Keras, Pengawasan Tak Boleh Longgar

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Hasil razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis kembali mengungkap temuan serius berupa berbagai barang terlarang yang berhasil diamankan petugas. Banyaknya barang bukti tersebut bukan sekadar menjadi perhatian publik, tetapi juga mempertegas adanya persoalan mendasar dalam sistem pengawasan di dalam lapas.

Aktivis Poros Indoor, Prima Pribadi, menilai razia yang selama ini rutin dilakukan tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Ia menegaskan, hasil razia harus dipublikasikan secara berkala dan terbuka kepada masyarakat, bukan hanya saat momen tertentu seperti razia serentak nasional.

“Publik berhak tahu. Kalau hasil razia tidak dibuka secara rutin, bagaimana kita bisa mengukur efektivitasnya? Transparansi itu wajib, bukan pilihan,” tegas Prima, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, tanpa evaluasi yang konkret dan menyeluruh, razia berpotensi hanya menjadi rutinitas tanpa dampak nyata. Barang terlarang terus masuk, dirazia, dimusnahkan, lalu kembali terulang tanpa menyentuh akar persoalan.

Baca Juga Razia Lapas Ciamis Bongkar Ratusan Barang Terlarang, Pengawasan Jadi Sorotan

Ia juga menyoroti kuatnya dugaan lemahnya pengawasan internal. Banyaknya barang yang lolos ke dalam lapas dinilai bukan hal yang wajar dan harus dijawab secara serius oleh pihak pengelola.

“Kalau barang seperti alat cukur jumlahnya berlebihan, itu bukan kelalaian kecil. Itu indikasi ada celah serius dalam sistem pemeriksaan,” ujarnya.

Prima menegaskan, prosedur pemeriksaan barang bawaan pengunjung harus dijalankan tanpa kompromi. Setiap barang, mulai dari makanan hingga pakaian, wajib diperiksa secara ketat sesuai standar operasional.

Ia juga menolak alasan keterbatasan alat sebagai pembenaran. “Tidak ada alasan. Kalau tidak ada X-ray, maka pemeriksaan manual harus lebih ketat, lebih disiplin, dan tidak boleh lengah,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan membuka peluang terjadinya pelanggaran yang lebih serius. Oleh karena itu, evaluasi internal harus dilakukan secara objektif, transparan, dan menyeluruh.

Keterbukaan informasi kepada publik, lanjutnya, menjadi kunci utama untuk memperbaiki sistem sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat.

“Kalau tidak transparan, kepercayaan publik akan terus turun. Ini harus dibenahi secara serius,” tegasnya.

Razia di Lapas Ciamis memang menjadi bagian dari upaya pemberantasan praktik ilegal di lingkungan pemasyarakatan. Namun, besarnya temuan justru menjadi alarm keras bahwa pengawasan belum berjalan maksimal.

Perbaikan sistem pengawasan, peningkatan integritas petugas, serta pemanfaatan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Tanpa langkah yang tegas, terbuka, dan menyeluruh, upaya menciptakan lapas yang bersih dari praktik ilegal hanya akan menjadi wacana tanpa hasil nyata. (Dods)

Baca Juga Pemdes Tanjungsari Ciamis Raih Prestasi Nasional, Tata Kelola Jadi Kunci Pembangunan Desa

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!