Kota Tasikmalaya, analisaglobal.com — Komunitas Banondari “Dari Putri” bersama Sundawani Wirabuana menggelar rapat persiapan Jambore Budaya Sunda Tahun 2026 yang akan dilaksanakan pada Juli mendatang. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jumat (12/06/2026), dengan melibatkan para Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Tasikmalaya.
Rapat ini bertujuan untuk menyosialisasikan sekaligus mempromosikan pelaksanaan Jambore Budaya Sunda kepada pihak sekolah agar dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), serta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya sebagai bentuk komitmen bersama dalam melestarikan budaya Sunda di kalangan generasi muda.
Dalam pemaparannya, panitia menjelaskan konsep dan agenda Jambore Budaya Sunda 2026 yang akan menghadirkan berbagai lomba, workshop budaya, hingga pertunjukan seni tradisional. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan karakter bagi para pelajar.
Baca Juga Herdiat Bantah Tuduhan Korupsi, Siap Tempuh Jalur Hukum terhadap Penyebar Fitnah
Ketua Banondari, Yanti Walpianti, menegaskan bahwa Jambore Budaya Sunda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
“Jambore Budaya Sunda ini kami buat sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budayanya sendiri. Kami berharap dukungan dari para kepala SMP agar kegiatan pada Juli nanti dapat menjadi gerakan bersama dalam menjaga identitas dan warisan budaya Sunda,” ungkap Yanti Walpianti.
Dukungan dari pemerintah dan dinas terkait pun disambut baik oleh panitia. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menyukseskan pelaksanaan jambore sekaligus memberikan dampak positif yang luas bagi pelajar dan masyarakat.
Para kepala sekolah yang hadir memberikan respons positif terhadap rencana kegiatan tersebut. Mereka menilai Jambore Budaya Sunda dapat menjadi wadah yang efektif untuk mengembangkan potensi siswa, memperkuat pendidikan karakter, serta melestarikan seni, bahasa, dan tradisi Sunda di tengah perkembangan zaman.
Panitia juga menyampaikan bahwa sosialisasi akan terus dilakukan ke berbagai sekolah hingga akhir Juni 2026 guna memastikan keterlibatan peserta secara maksimal sebelum puncak kegiatan Jambore Budaya Sunda digelar pada Juli mendatang. (Y.D)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang