P3-TGAI Bangun Irigasi di Desa Pamalayan, Libatkan 42 Warga untuk Airi 30 Hektare Sawah

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur irigasi. Salah satunya melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Desa Pamalayan, Kabupaten Ciamis.

Program yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Citanduy, PPK Operasi dan Pemeliharaan Pemanfaatan Irigasi Air Tanah ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp195 juta dari APBN 2026 untuk peningkatan jaringan irigasi permukaan. Pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 45 hari kalender.

Pembangunan dilaksanakan secara swakelola oleh P3A Banyu Asih Pajajaran, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur pertanian.

Ketua P3A Banyu Asih Pajajaran, Herianto, mengatakan bantuan tersebut berasal dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Dalam pelaksanaannya, pekerjaan melibatkan 42 warga dan diharapkan mampu mengairi sekitar 30 hektare lahan persawahan.

“Alhamdulillah, pembangunan ini melibatkan 42 warga. Harapan kami, setelah selesai saluran ini bisa mengairi sekitar 30 hektare sawah sehingga kebutuhan air petani terpenuhi dan hasil panen semakin meningkat,” ujar Herianto. Selasa, 14/7/2026

Manfaat pembangunan irigasi tersebut juga dirasakan langsung oleh para petani. Salah seorang pemilik sawah di Desa Pamalayan, Hamdani, menyebut selama ini distribusi air sering tidak merata. Akibatnya, sebagian sawah mengalami kelebihan air, sementara lahan lainnya justru kekurangan pasokan.

Baca Juga Lampu PJU Kembali Menyala, Ketua LPM Linggasari Apresiasi Respons Cepat Dishub Ciamis

“Alhamdulillah, dengan adanya saluran ini pembagian air akan lebih merata. Selama ini air sering meluap ke satu titik sehingga ada sawah yang kebanjiran, sementara sawah lainnya tidak kebagian air. Selain itu, sampah juga kerap menghambat aliran air,” katanya.

Hamdani berharap saluran irigasi tersebut dilengkapi penyaring sampah agar aliran air tetap lancar dan mudah dipelihara. Menurutnya, jika distribusi air berjalan optimal, produktivitas pertanian akan meningkat dan berdampak langsung terhadap pendapatan petani.

Melalui Program P3-TGAI, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur irigasi, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong kesejahteraan petani di Desa Pamalayan dan sekitarnya. (Dods)

Baca Juga Red Bull Team Ciamis Siap Tampil di Piala Kapolri 2026, Murai Batu Andalan Bidik Prestasi Nasional

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!