Musim Layangan dan Agustusan, PLN Rajapolah Gencarkan Operasi Cegah Gangguan Listrik

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memasuki musim kemarau, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rajapolah mengintensifkan langkah pencegahan gangguan listrik melalui Operasi Layangan dan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.

Manager PLN ULP Rajapolah, Renato Tirta Prayudi, mengatakan musim kemarau identik dengan meningkatnya aktivitas bermain layang-layang. Di saat yang sama, masyarakat mulai memasang bendera, umbul-umbul, bambu, dan berbagai atribut perayaan kemerdekaan. Jika dilakukan di dekat jaringan listrik, aktivitas tersebut berpotensi memicu padamnya listrik hingga membahayakan keselamatan jiwa.

“Kami tidak melarang anak-anak bermain layang-layang. Silakan bermain di lapangan atau area terbuka yang jauh dari jaringan listrik. Jangan menggunakan senar berbahan kawat atau material yang dapat menghantarkan listrik karena sangat berbahaya,” ujar Renato, Selasa (15/7/2026).

Untuk mengantisipasi gangguan, PLN setiap hari menerjunkan petugas melalui program Operasi Layangan. Petugas berpatroli menggunakan kendaraan operasional yang dilengkapi pengeras suara guna mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak menerbangkan layang-layang di sekitar jaringan listrik.

Baca Juga Lampu PJU Kembali Menyala, Ketua LPM Linggasari Apresiasi Respons Cepat Dishub Ciamis

Selain itu, PLN terus menggencarkan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K2/K3) Ketenagalistrikan secara door to door. Hingga saat ini, edukasi telah menjangkau 14 kecamatan dan 122 desa di wilayah kerja ULP Rajapolah.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diimbau tidak memasang umbul-umbul, bambu, antena, maupun atribut perayaan kemerdekaan di bawah atau terlalu dekat dengan jaringan listrik. Selain mengganggu keandalan pasokan listrik, kondisi tersebut juga berisiko menimbulkan kecelakaan akibat sengatan listrik.

Renato juga menyoroti masih banyaknya pepohonan yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan listrik. Menurutnya, ranting dan dahan yang menyentuh kabel menjadi salah satu penyebab utama gangguan listrik, sehingga PLN terus mengedepankan pendekatan persuasif sebelum melakukan pemangkasan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan RT, RW, maupun pemerintah desa sebelum melakukan pekerjaan. Yang kami lakukan bukan semata-mata menebang pohon, melainkan memangkas cabang yang berpotensi mengganggu jaringan agar tetap memenuhi jarak aman sekitar tiga meter dari jaringan listrik,” jelasnya.

PLN mengajak seluruh masyarakat ikut berperan menjaga keandalan pasokan listrik dengan tidak memasang benda apa pun di sekitar jaringan serta memberikan akses kepada petugas apabila diperlukan pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan.

“Listrik merupakan kebutuhan vital yang menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, hingga kegiatan ibadah. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan jaringan listrik. Jika ada pohon yang perlu dipangkas atau rencana pemasangan antena maupun umbul-umbul di dekat jaringan, segera berkoordinasi dengan PLN. Kami siap membantu agar semuanya tetap aman dan pasokan listrik tetap andal,” pungkas Renato. (Dods)

Baca Juga P3-TGAI Bangun Irigasi di Desa Pamalayan, Libatkan 42 Warga untuk Airi 30 Hektare Sawah

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!