Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Dugaan pencemaran air yang dikeluhkan warga Dusun Lebak Lipung, RW 15, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, mulai ditindaklanjuti oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis.
Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait matinya ikan secara massal di kolam milik warga, tim DPRKPLH turun langsung ke lokasi pada Sabtu (18/7/2026) untuk melakukan peninjauan sekaligus mengambil sampel air yang akan diuji di laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan guna memastikan penyebab perubahan kualitas air yang diduga menjadi pemicu kematian ikan.
Proses pengambilan sampel turut didampingi perangkat Desa Imbanagara dan warga setempat. Sampel yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis di laboratorium sebagai dasar untuk mengetahui ada atau tidaknya pencemaran.
Sekretaris DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Aris Taufik Abadi, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian ikan karena seluruh sampel masih harus melalui proses pengujian laboratorium.
“Hasilnya masih menunggu. Penyebabnya harus dipastikan melalui uji laboratorium sehingga tidak bisa disimpulkan sebelum proses pemeriksaan selesai,” ujar Aris, Senin (20/7/2026).
Baca Juga Aslap SPPG Ciamis Panyingkiran 1 Perkuat Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis
Aris menjelaskan, tim DPRKPLH akan kembali mengambil sampel air pada Senin untuk melengkapi proses pemeriksaan. Pasalnya, saat pengambilan sampel pada Sabtu lalu masih terdapat beberapa persiapan bahan dan perlengkapan yang belum sepenuhnya lengkap.
Namun, apabila sampel yang telah diambil dinilai memenuhi persyaratan pengujian, hasil laboratorium diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar 10 hari ke depan.
Menurut Aris, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran, sekaligus mengidentifikasi sumber penyebabnya. Dari hasil tersebut, DPRKPLH akan menentukan langkah penanganan dan tindak lanjut yang diperlukan guna menjawab keresahan warga Lebak Lipung.
“Hasil laboratorium akan menjadi dasar bagi kami dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. Karena itu, kami menunggu hasil pengujian agar tindakan yang diambil benar-benar berdasarkan data ilmiah,” tegas Aris. (Dods)
Baca Juga PLN Pangandaran Siaga Penuh, Pastikan Nobar Final Piala Dunia 2026 Tanpa Gangguan Listrik
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang