Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Ketenagakerjaan terus memperkuat kompetensi tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebanyak 50 juru masak dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Ciamis mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi. Kamis, 13/8/2026.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarak, S.H., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya di bidang tata boga.
“Ini dalam rangka meningkatkan kompetensi warga masyarakat Ciamis di bidang tata boga. Pada kesempatan ini juga untuk penguatan program MBG, khususnya bagi juru masak di SPPG,” ujar Dase.
Ia menjelaskan, peserta pelatihan berasal dari berbagai dapur SPPG yang tersebar di wilayah Kabupaten Ciamis. Mereka diberikan pemahaman dan keterampilan untuk menghasilkan makanan yang sesuai dengan standar pelaksanaan program MBG.
Baca Juga Sekda Ciamis Dorong Kolaborasi dengan Unpas
Menurut Dase, kompetensi juru masak menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Karena itu, para peserta tidak hanya dituntut mampu memasak, tetapi juga harus memahami standar pengolahan makanan yang ditetapkan.
“Yang ditekankan tentunya bagaimana menghasilkan masakan yang berstandar MBG,” katanya.
Dase menargetkan para juru masak SPPG di Kabupaten Ciamis memiliki kompetensi yang terukur dan memperoleh sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Hal itu dinilai penting agar tenaga juru masak di SPPG memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dase menambahkan, pelatihan serupa masih akan terus dilakukan. Pasalnya, jumlah SPPG di Kabupaten Ciamis saat ini mencapai sekitar 200 dapur. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui program pelatihan dan sertifikasi telah menargetkan sekitar 200 orang juru masak untuk mendapatkan penguatan kompetensi.
“Yang sudah mendapatkan program pelatihan penguatan dan sertifikasi sebanyak 100 orang. Jadi masih ada sekitar 100 orang lagi yang harus kita dorong untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi,” jelasnya.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius hingga selesai. Setelah pelatihan, peserta juga diwajibkan mengikuti uji kompetensi sebagai tahapan untuk memperoleh sertifikat profesi BNSP.
“Para peserta yang mewakili SPPG di Kabupaten Ciamis harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Semuanya harus mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat profesi BNSP,” tegas Dase.
Dengan peningkatan kompetensi dan sertifikasi tersebut, pemerintah berharap kualitas tenaga juru masak SPPG semakin profesional sehingga mampu mendukung pelaksanaan program MBG secara optimal di Kabupaten Ciamis. (Dods)
Baca Juga Dukung TMMD Ke – 129, PLN Karangnunggal Pasang Listrik Gratis di 7 Rumah Warga
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang