561 Rutilahu di Ciamis Dibedah, Bupati Ciamis Dorong Gotong Royong Percepat Perbaikan Rumah

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Sebanyak 561 rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kabupaten Ciamis mendapat alokasi Program Bedah Rumah Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Penyerahan buku tabungan kepada para penerima manfaat dilakukan Jumat (21/8/2026). Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat perbaikan rumah warga sekaligus meningkatkan kualitas hunian agar lebih aman, sehat dan layak ditempati.

Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menegaskan, bantuan tersebut harus digunakan sesuai peruntukan. Penerima manfaat diminta tidak menggunakan dana untuk kepentingan lain di luar perbaikan rumah.

“Bantuan ini harus digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai ketentuan. Kalau bantuan tahap pertama ini dimanfaatkan dengan benar, tentunya akan mempermudah tahapan berikutnya,” tegas Herdiat.

Menurut Herdiat, keberhasilan Program Bedah Rumah tidak cukup hanya dilihat dari jumlah bantuan yang tersalurkan. Yang paling penting, rumah penerima benar-benar diperbaiki dan manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga.

Ia menekankan bahwa bantuan Rp20 juta per rumah merupakan bantuan stimulan. Nilai tersebut terdiri atas Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk upah kerja.

Karena itu, masyarakat penerima bantuan tidak bisa hanya mengandalkan dana pemerintah. Swadaya dan gotong royong harus ikut digerakkan untuk menutupi kebutuhan perbaikan rumah.

“Ini bantuan stimulan, bantuan pemerintah yang memancing peran serta masyarakat, baik gotong royong maupun swadaya,” katanya.

Herdiat menilai gotong royong menjadi kekuatan penting masyarakat Ciamis, terutama di tengah keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

“Saya bangga menjadi orang Ciamis. Masyarakatnya punya semangat juang dan gotong royong yang luar biasa. Di tengah APBD yang defisit, kebersamaan ini menjadi kekuatan,” tuturnya.

Baca Juga Bukan Sekadar Lomba Masak, Cooking Competition MBG Ciamis Uji Profesionalitas 181 Dapur SPPG

Pada 2026, Kabupaten Ciamis mendapat alokasi 561 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 201 unit sudah memasuki tahap pelaksanaan, sedangkan 360 unit masih dalam proses verifikasi.

Pemkab Ciamis menargetkan seluruh rumah penerima manfaat dapat segera direhabilitasi dan diselesaikan hingga akhir 2026.

Herdiat menegaskan penanganan Rutilahu menjadi salah satu program prioritas Pemkab Ciamis. Ia bahkan mengaku kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Rutilahu adalah program prioritas kami. Biasanya saya suka door to door, saya serahkan langsung. Ini penting untuk memastikan bantuan betul-betul sampai dan betul-betul bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Herdiat menyadari 561 unit belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan Rutilahu di Ciamis. Pemkab pun terus berupaya mendapatkan tambahan dukungan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kita terus berupaya melalui kolaborasi semua pihak, pendanaan dari APBN, APBD provinsi, kabupaten, terus berusaha untuk mengurangi jumlah Rutilahu di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Ia berharap alokasi bantuan bagi Ciamis dapat terus meningkat pada tahun berikutnya sehingga jumlah rumah tidak layak huni bisa ditekan lebih cepat.

Selain itu, Herdiat meminta camat dan kepala desa aktif menggerakkan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga.

“Camat dan kepala desa diharapkan dapat membantu menggerakkan masyarakat di sekitarnya untuk bergotong royong,” pesannya.

Salah seorang penerima manfaat, Nanang Heryana, warga Dusun Lawong, Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, mengaku bersyukur menerima bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, saya menerima dengan baik. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat,” ujarnya.

Nanang mengakui bantuan Rp20 juta masih membutuhkan tambahan biaya untuk menyelesaikan seluruh perbaikan. Namun, ia optimistis kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui gotong royong warga.

“Kalau melihat nominalnya memang masih ada kekurangan. Masyarakat biasanya ikut gotong royong. Insyaallah untuk masyarakat di sini siap membantu,” katanya.

Program Bedah Rumah 2026 di Ciamis diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pemerintah menargetkan setiap bantuan benar-benar menghasilkan rumah yang lebih layak, sementara semangat gotong royong masyarakat menjadi penguat agar perbaikan Rutilahu berjalan lebih cepat. (Dods)

Baca Juga Napak Tilas Prasasti Rumatak Geger Hanjuang, Bupati Tasikmalaya Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah Daerah

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!