Erupsi Anak Gunung Krakatau Meningkat, Pancaran Lava Pijar Terlihat, Dentuman Terdengar di Sejumlah Wilayah

Selat Sunda, analisaglobal.com – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Erupsi menerus terjadi sejak Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 23.07 WIB, disertai suara gemuruh dan pancaran lava pijar yang terlihat dari sejumlah lokasi pemantauan.

Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas tersebut terindikasi sebagai fenomena lava fountain atau pancaran lava berbentuk air mancur. Erupsi menerus ini menjadi salah satu aktivitas erupsi dengan intensitas tertinggi yang tercatat sepanjang 2026.

Erupsi juga dilaporkan disertai suara dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Banten, Lampung hingga Jawa Barat. Badan Geologi menyebut fenomena tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan.

Pada Minggu, 6 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. Badan Geologi mencatat kembali adanya erupsi pada pukul 03.53 WIB yang terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan durasi sekitar 30 detik.

Baca Juga RSUD Ciamis Permudah Akses Layanan, Jadwal Dokter Spesialis Bisa Jadi Panduan Pasien

Meski aktivitas vulkanik meningkat, Badan Geologi menyatakan pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil sehingga saat ini tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Pemantauan terhadap perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi gunung api tetap dilakukan secara intensif.

Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lontaran batu pijar, aliran lava, awan panas, serta hujan abu vulkanik.

Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hendaknya dipantau melalui informasi resmi Badan Geologi, PVMBG, MAGMA Indonesia, maupun BPBD setempat. (AD)

Baca Juga PAC Pemuda Pancasila Rajapolah Gelar Peringatan Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!