Penyaluran PKH Se-Kecamatan Padaherang Kab. Pangandaran Sebanyak 2.510 KPM

Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.

Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com

Pangandaran, analisaglobal.com — Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Program Keluarga Harapan (PKH) di kabupaten Pangandaran Sudah mulai direalisasikan januari 2021 seperti di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran sejak kemarin hari Selasa (05/01/21)

Untuk kecamatan Padaherang sendiri jumlah data keluarga penerima manfaat dengan total 2.510 KPM yang direalisasikan sampai hari ini. Rabu (06/01/21).

Ivan Harviana shobirin SS. S.Pd selaku koordinator tingkat kecamatan Padaherang mengatakan bahwa pencairan PKH dilaksanakan satu tahun 4 kali dalam 12 bulan berarti per 3 bulan biasanya kebijakan terakhir cair itu di bulan pertama dari 3 bulan tahap 1 pencairan untuk Januari, Februari, Maret cair di bulan Januari 2021. Ucapnya

“Pencairan pada bulan Januari biasanya minggu pertama jadwalnya, tapi kemungkinan keterlambatan tahap 1 diambil datangnya karena ketok palu/ Keputusan 2 bulan sebelumnya, berarti 5 November 2019 tahap 2 pencairan, berarti awal April ketok palu data berarti di bulan Februari pada tanggal 5 Februari dan seterusnya seperti itu masalah pencairan dari PKH.” Jelasnya .

Lanjut Ivan menambahkan, Untuk data itu sendiri yang kurang ataupun yang jadi berkurang jumlah peserta dari tahap ke tahap kalau tidak ada perekrutan atau penambahan dan keluarga tersebut sudah menjadi keluarga sejahtera. tambahnya

Ivan juga menuturkan, Penerima Program PKH disesuaikan dengan komponen dalam satu peserta ada komponen 1 SD, 1 SMP berbeda dengan jumlah yang ada SMA nya dan punya lansia karena nominalnya pasti berbeda bisa berkurang kalau pesertanya berkurang, pengurangan pertama karena bisa hilang komponen misalkan kelas 3 SMA satu-satunya lulus bulan Juni – Juli putus, atau misalkan punya 1 SMP kelas 8 tapi putus sekolah itu pun jadi putus tidak mendapatkan lagi, karena tidak ada peserta yang masih sekolah kecuali misalkan ada SMP ada SD yang SMP lulus tidak melanjutkan tetapi masih ada SD jadi masih peserta PKH, kalau cuma ada satu SD tapi tiba-tiba hamil nambah bantuan ibu hamil lagi untuk bantuannya. Tuturnya

Ivan juga menerangkan, “Perubahan peserta bisa saja dilakukan oleh pendamping yang bertugas mendampingi peserta, itupun tidak bisa mengontrol langsung semua pencairan, biasanya itu sudah ada SPM SP2D data yang cair antara data yang ditetapkan bertahap belum tentu sesuai dengan SP2D Dana tahap atau final closing data peserta. terangnya

“Misalkan 200 SP2D tidak mungkin lebih dari 200 akan tetapi mungkin terjadi di bawah 200 ada yang tidak cair ada yang tidak ada di SP2D yang otomatis nanti dia tidak cair bahkan sempat tahun 2017 kemungkinan ada 2 tahun ada yang sembako yang cair atau hanya uang saja.” Ungkapnya

“Ini kemungkinan terjadi dikarenakan ada masalah direktorat data yang mana di direktorat ini belum sinkron antara data untuk sembako dan BLT belum sinkron.” Jelasnya.

Alhamdulillah untuk Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran mulai dari hari kemarin sudah ada yang bisa di cairkan dan itu terus bertahap sampai semua pada tahap 1 selesai semua.” Pungkasnya***A. Baron

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!