Warga Desa Mandalahurip Inginkan Pemkab Tasikmalaya Secepatnya Perbaiki Jalan dan Jembatan

Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.

Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com, — Warga keluhan dengan masih adanya akses jalan Kabupaten yang rusak parah. Sudah puluhan tahun Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tak kunjung memperbaiki jalan rusak tersebut yang berada di Desa Mandalahurip Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya. Jumat (08/01/21)

Sejatinya akses jalan merupakan penunjang perekonomian bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Namun hal tersebut jauh dari kenyataan yang seharusnya terjadi, Tepatnya di jalan Desa Mandalahurip dengan panjang kurang lebih 7,8 KM yang menghubungkan antara Desa Mandalahurip – Desa Mandalamekar – Desa Tanjungbarang – Desa Lengkongbarang rusak parah dan belum tersentuh pembangunan sama sekali seolah tidak ada perhatian dari pemerintah baik pemerintah daerah Kabupaten, Provinsi dan juga Pusat (KEMENTRIAN).

Mumus Mulyadi Kepala Desa Mandalahurip Kecamatan Jatiwaras menjelaskan Jalan tersebut sudah puluhan tahun tidak tersentuh pemerintah bahkan akses jalan tersebut Sangat membahayakan pengendara roda dua apabila sudah turun hujan karena licin. jelasnya.

“akses jalan tersebut merupakan jalan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang menghubungkan beberapa desa bahkan jalan utama menuju tempat wisata alam curug Sawer serta Goa Lalay”. Ujarnya

Mumus Mulyadi juga menambahkan selain akses jalan yang masih rusak, jembatan yang berlokasi di kampung Ciomas juga sangat membahayakan pengendara karena sudah rusak dan perlu diperbaiki. Apabila turun hujan para pengendara tidak bisa melewatinya karena air meluap dan posisi jembatan jadi berada di bawah. imbuhnya.

“apabila hujan air sungai jadi meluap dan tidak bisa dilewati bahkan warga sampai harus menginap di rumah saudaranya sambil menunggu air sungai surut”. ungkap Mumus Mulyadi.***UWA

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!