Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten ciamis, analisaglobal.com — Indonesia adalah negara agraris, dengan kekayaan alam yang melimpah. Pertanian salah satu sumber kehidupan rakyat Indonesia pada umumnya. Jawa Barat pun banyak lahan pertanian dan juga petaninya. Kali ini analisaglobal.com menemui salah satu penggiat pertanian yaitu Saripudin (36) dengan sapaan akrabnya Aay yang berasal dari Dusun Darawati, Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Selasa (02/02/21).
Sebagai pemuda penggiat pertanian Ia membuat suatu terobosan dalam bidang pertanian yaitu dalam pengembangan pupuk BIOSEP ( Bios Subur Ekonomis Praktis).
Saripudin mengatakan, Dengan ilmu yang di dapatnya dari beberapa pelatihan yang sering Ia ikuti salahsatunya pelatihan di daerah Lembang, Bandung Barat. Saripudin mempraktekan membuat pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran hewan dan tumbuhan yang ada di sekitar rumahnya. Dengan cara di permentasikan dan melalui proses tertentu, dengan melakukan percobaan beberapa kali yang dilakukan hingga menghasilkan pupuk organik yang unggul. Ungkapnya.

Di samping pengembangan pupuk organik yang bernama BIOSEP, Saripudin pun aktif di kepengurusan Kelompok Tani Damar Bumi di wilayahnya. Sehingga hasil inovasi nya langsung di aplikasikan pada tanaman sayuran milik Kelompok Tani Damar Bumi.
Saripudin juga menjelaskan, Selain digunakan untuk tanaman hortikultura pun, pupuk BIOSEP hasil karyanya bisa di gunakan untuk pupuk tanaman Buah-buahan, Buncis, Bawang Merah, Padi, dan Tanaman Hias. Banyak tanaman sayuran yang berhasil dengan bantuan pemberian pupuk BIOSEP diantaranya tanaman cabe merah, buncis, timun, kangkung dan sayuran lainnya. Untuk saat ini sedang mengaplikasikan pada tanaman edamame. Jelasnya.
Saripudin berharap BIOSEP hasil inovasinya dapat berkembang dan bisa di manfaatkan oleh para petani lainnya. Dan berharap pula untuk pemuda lainnya dapat terinovasi dan terinspirasi yang bergerak di bidang pertanian sehingga bisa membantu program pemerintah dalam hal ketahanan pangan daerah. harapnya***Goez/A. Yayat Hidayat
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang