Warga Desa Pangandaran Tuntut Kepala Desa Untuk Lengser Dari Jabatan Dan Segel Kantor Desa

Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.

Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com

Pangandaran, analisaglobal.com — Masyarakat desa Pangandaran merasa kecewa terhadap kepala desa dan menuntut untuk mundur dari jabatannya yang diduga kinerjanya buruk. Jum’at (05/02/2021).

Bentuk kekecewaan warga masyarakat desa Pangandaran menyegel kantor Desa di jln. Kidang pananjung No. 412 kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran.

Warga masyarakat meminta Adi fitriadi untuk lengser dari jabatan kepala desa, kekecewaan warga berawal dari kinerja kepala desa kurang memuaskan dan sangat buruk dan kegiatan Aksi Spontanitas Yang Dilakukan Oleh Warga Desa Pangandaran Ke Kantor Desa Pangandaran.

Warga masyarakat Pangandaran menuntut agar kepala desa untuk turun dari jabatannya. Dan masyarakat Pangandaran membuat mosi tidak percaya terhadap kepala desa dengan membuat tandatangan kesepakatan warga untuk menuntut mundur kepala desa pangandaran di sebuah banner berukuran 2m x 89 cm, dan kantor desa oleh warga pun di segel.

Menurut maman Dodi mengatakan bahwa, “adanya aksi spontanitas warga pangandaran ini, adalah suatu bentuk kekecewaan terhadap kepala desa pangandaran dengan kurangnya komunikasi dengan masyarakat desa pangandaran”, ujarnya.

Lanjut maman bahwa bapak kepala desa Adi Fitriadi “apabila di berikan saran oleh staf desa dan warga tidak pernah di anggap serta dalam Rapat pun jarang hadir.” ungkapnya.

Atas dasar tersebut kami warga masyarakat Pangandaran berharap untuk mengganti kepala desa agar roda pemerintahan desa bisa berjalan dengan baik. tutupnya***A. Baron

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!