Pepen Warga Ciguntur Pacet, Merintis Usaha Ternak Burung Puyuh Petelur Di Saat Pandemi

Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.

Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com

Kota Cipanas Cianjur, analisaglobal.com — Dalam situasi pandemi Covid 19, warga Dusun Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Cipanas, beralih menjadi peternak burung puyuh. Pepen salah satu warga yang masih bertahan menjadi peternak burung puyuh di situasi pandemi saat ini.

Pepen menceritakan awal mula merintis usaha nya, dimulai sejak tahun 2020 dan satu-satunya yang memiliki usaha ternak burung puyuh yang ada di Dusun Ciguntur. Sejak awal berdiri hingga sekarang saya selalu mendapatkan pembinaan dari komunitas peternak burung puyuh Cipanas. Disamping mendapatkan pembinaan, sering juga berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai penyakit dan vitamin apa yang dibutuhkan burung puyuh ini. Ungkapnya Kamis (25/02/21)

“Awalnya memelihara sekitar 1000 ekor burung puyuh di kandang peternakan burung puyuh milik pribadi, dan sampai saat ini sudah 5 bulan berjalan jumlah nya sudah bertambah menjadi 3200 ekor burung puyuh. Pepen menambahkan, dari jumlah 3200 ekor burung puyuh ini sudah menghasilkan 2550 butir telur puyuh. Karena curah hujan bulan ini masih tinggi jadi ada sedikit penurunan jumlah telur yang di hasilkan di perkirakan 85 % yang bertelur dari total 3200 ekor.” Kata Pepen kepada analisaglobal.com.

Sementara itu, Pepen menjelaskan mengenai pakan yang dibutuhkan untuk peternakan burung puyuh ini membutuhkan 2,5 gram per hari tiap satu ekor burung puyuh semenjak usia 30 hari sampai masa bertelur. Jadi untuk total kebutuhan pakan per hari 80 kg pakan yang di butuhkan. Dan ditambah lagi obat-obatan untuk menunjang hasil telur yang maksimal. Jelasnya.

Meskipun situasi Covid-19 masih melanda, Pepen tetap masih bertahan walaupun menemukan hambatan dari jumlah telur yang dihasilkan, namun masih bisa meraih untung karena di ikuti harga pakan cenderung turun juga.

“Adapun rencana kedepannya, akan dikembangkan dengan menambah jumlah burung puyuh yang di ternak hingga 10.000 ekor. Sehingga dapat menyerap tenaga kerja dari luar dan akan di kembangkan sistem management nya karena saat ini masih dapat di tangani sendiri.” Pungkasnya. ***U.Supriyadi/Budi Faisal

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!