Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Cianjur, analisaglobal.com — Sebanyak 5.000 dosis vaksin Covid-19 untuk pegawai layanan publik yang bertugas di lingkungan Pemkab Cianjur, pada tahap awal telah disiapkan oleh Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat.
Pjs Sekda Cianjur Dodit Ardian di Cianjur, Selasa, (09/03/2021) mengatakan, vaksinasi tahap pertama untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan di Cianjur, sudah tuntas dilakukan dan dilanjutkan dengan pegawai publik termasuk di lingkungan Pemkab Cianjur, di mana 18 ribuan ASN dan pegawai lainnya akan mendapatkan vaksinasi.
“Untuk vaksinasi tenaga kesehatan, TNI/Polri dan tenaga medis di lingkungan rumah sakit dan klinik swasta, sudah tuntas dilakukan. Untuk saat ini dari 18 ribu lebih ASN dan tenaga honorer, baru 5.000 orang yang akan mendapatkan vaksinasi pertama,” katanya.
Ia menargetkan dalam lima hari ke depan ribuan ASN sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama untuk kekebalan tubuh dari virus berbahaya.
Dodit Ardian menjelaskan, dengan divaksinnya pegawai publik di lingkungan Pemkab Cianjur, diharapkan dapat menekan angka penularan dan kekebalan tubuh penerima dapat meningkat, sehingga kinerja aparatur pemerintah dapat kembali ditingkatkan, supaya pelayanan publik dapat berjalan normal.
Untuk pemberian vaksinasi terhadap pegawai publik di lingkungan pemerintahan itu, dilakukan secara serentak di sejumlah tempat mulai dari halaman Pendopo Cianjur, Gedung Gelora Muda Cianjur dan Gedung Korpri Cianjur, agar seluruh ASN yang sudah terdaftar dapat menjalani vaksinasi. Imbuhnya.
“Kami menargetkan dalam lima hari ke depan untuk 5.000 dosis yang disediakan sudah diberikan pada ASN yang sudah terdaftar dan dilanjutkan dengan ASN lainnya yang belum mendapatkan, sehingga target 18 ribu lebih ASN akan divaksinasi,” katanya.
Ia menambahkan sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat, jumlah vaksinasi yang diajukan untuk tahap III atau masyarakat umum, sebanyak 70 persen, pihaknya berusaha sistematis, terjadwal dan terstruktur sebaik-baiknya mengikuti arahan dari pusat dan provinsi. Pungkasnya. ***UBH
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang