Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Pandemi Covid-19 yang sudah hampir setahun lebih melanda di Indonesia memberikan dampak yang sangat terasa dalam terpuruknya ekonomi di segala bidang, baik dalam perdagangan skala nasional ataupun lokal.
Seperti halnya dalam perkembangan kerajinan yang sempat mati suri dengan adanya pandemi kini mulai terlihat kembali geliat perkembangan dengan mulai berproduksinya kembali, seperti kerajinan rumahan yang dibuat dari daun Jaksi/Pandan berduri.

Maman (70) selaku pembuat bahan kerajinan dari daun Jaksi/Pandan berduri yang beralamat di Kp. Cinanggung RT 01/04 Desa Manggungsari Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, semenjak adanya wabah Covid-19 untuk produksi bahan kerajinan sangat menurun, bahkan hampir satu tahun tidak produksi. Ucapnya kepada analisaglobal.com Selasa (20/04/21).
“Semenjak Corona tidak ada pesanan, Alhamdulillah dalam dua bulan sekarang sudah kembali ada pesanan bahan kerajinan dari Daun Jaksi/Pandan berduri ini.” Jelas Maman
Maman juga menuturkan, untuk pengolahan bahan keterampilan dari Jaksi ini lumayan cukup sulit juga, apalagi untuk sekarang, selain bahan baku yang cukup sulit karena kita menanam di tanah PJKA juga dengan sewa lahan dan juga harganya sangat murah perkilogram nya, kalau sebelum ada wabah covid-19 harga per kilogram di Rp. 35.000, tetapi sekarang menjadi Rp. 25.000/Kilogram. tuturnya
Masih kata Maman, “untuk pembuatan bahan keterampilan dari daun Jaksi/Pandan berduri ini ada beberapa tahapan, pertama di serbit dulu kecil – kecil menggunakan namanya tanduk, lalu direbus, setelah direbus direndam di kolam satu malam untuk menghilangkan getahnya, dan setelah itu baru dijemur sampai kering sampai warnanya memutih.” Ungkapnya
Maman juga menambahkan, “untuk sekarang ini dirinya paling hanya bisa produksi sebanyak 4 kilogram saja perharinya, mungkin karena dirinya sudah lanjut usia, padahal usahanya tersebut sudah dia geluti dari tahun 1970 hingga sekarang.” imbuhnya
Hal senada juga disampaikan oleh Istri Maman yaitu Nonah (68), kerajinan dari daun jaksi/pandan berduri ini setelah siap jual biasanya nanti ada yang mengambil dan membelinya sudah berlangganan, karena bahan kerajinan ini nantinya di buat untuk topi, tas ataupun untuk pengikat kerajinan lainnya. Katanya

Nonah juga berharap, meskipun baru berjalan kembali usahanya, dirinya berharap pemerintah bisa memperhatikan bagi usaha rumahan, apalagi dirinya dari dulu sampai sekarang belum pernah tersentuh oleh bantuan pemerintah untuk mengembangkan usaha bahan keterampilan. harapnya
“Mudah – mudahan usaha ini kembali lancar seperti biasa, dan kedepannya harga bahan keterampilan Jaksi/Pandan berduri ini bisa kembali normal perkilogramnya tidak seperti sekarang menjadi murah.” tutupnya***UWA
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang