Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Permainan tradisional meriam bambu masih digemari hingga sekarang mulai anak-anak hingga dewasa. Dentuman meriam karbit tersebut terdengar hingga ke desa tetangga saat menjelang buka puasa atau ngabuburit.
Salah satu lokasi yang masih ditemui permainan meriam bambu yakni di Dusun Rawa 2, Desa Rawa, Kecamatan Lumbung. Selepas waktu asar, anak-anak bahkan orang dewasa menuju pinggiran sawah yang relatif jauh dari bangunan rumah dengan membawa meriam bambu yang di pajang secara berderet dengan rapih.
Salah satu warga, Yayat Hidayat menuturkan, cara memainkan permainan tradisional ini sangat mudah. Bambu utuh yang sudah diberi lubang diisi air secukupnya, kemudian karbit dimasukkan. Besar kecil ukuran bongkahan karbit menentukan keras lemahnya suara ledakan.

“Jumlah meriam bambu yang kami mainkan tahun ini berjumlah 22 meriam bambu dengan menghabiskan 1 kg karbit setiap kali sulut” tuturnya, Selasa (04/05/2021).
Saat gas dari campuran karbit dan air sudah memenuhi ruang kosong pada bambu, akan muncul asap. Saat itu bisa disulut dengan api.
Dentuman meriam bambu pun disambut sorak sorai. Kegembiraan dan tawa menyertai waktu permainan. Permainan tradisional ini masih di mainkan setiap bulan Ramadhan sedikit bisa sejenak mengurangi anak-anak bermain gadget sekaligus mengenalkan kepada mereka mengenai permainan tradisional meriam bambu.
“Maininnya sangat mudah, sangat seru bahkan permainan tradisional ini sejak dulu hingga sekarang masih kami mainkan.” Jelas Yayat, salah satu yang memainkan meriam bambu.***Goez/A. Yayat H
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang