Pangandaran, analisaglobal.com — Pelaksanaan bantuan pembangunan 2 Ruang Praktek Siswa (RPS) belajar SMKN 1 Kalipucang Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran yang bersumber dana dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat, Tahun Anggaran 2021, yang di kerjakan oleh CV Bagja Wirakarya dengan Nomor Kontrak : 4810/JAKON-SMK/JABAR-2021, Waktu Pelaksanaan 100 Hari Kalender dimulai dari tanggal 30 Agustus 2021, Nilai Kontrak Rp 1.532.278.244.84,- diduga pekerjaan asal jadi dan terkesan asal – asalan.

Hal tersebut ketika dipantau oleh beberapa awak media mengunjungi ke pihak SMKN 1 Kalipucang, Selasa (21/12/2021), nampak sekali beberapa item material dan terkesan pekerjaan asal – asalan di ruangan yang di perkirakan dengan ukuran 30 mtr x 10 mtr tersebut.
Seperti terdapat pada salah satu pintu ruang kelas, kondisi pintu kelas atas belah dengan pengecatan kurang rapih, lantai luar ruang kelas retak, pondasi batu muka asal campuran pasangan dengan pasangan batu belah asal material menggunakan batu belah cadas hitam yang tidak masuk standar uji laboratorium, tentu hal tersebut patut dipertanyakan seperti apa spesifikasi teknis dalam kontrak kerja.

Campuran pasangan yang diterapkan diduga tidak sesuai standar pelaksanaan yang seharusnya campuran 1 m3 pasangan batu : 1 pc : 4 pasir. Hal tersebut diduga pula ada pembiaran pengawas konsultan di lapangan.
Dikonfirmasi ke pihak sekolah, Selasa (21/12/2021), Kepala Sekolah tidak ada ditempat hanya diwakili oleh bidang sarana dan prasarana Cahya Pangestu, ST.
Ketika awak media mempertanyakan apakah RPS pekerjaan RPS sudah selesai atau belum, sudah terima kunci atau belum, dan beberapa hal temuan yang disinggung di atas, Bidang Sarpras Cahya menyampaikan bahwa RPS tersebut belum serah terima kunci, karena pekerjaan baru selesai kurang lebih 1 minggu ke belakang, sedangkan untuk pekerjaan menurut beberapa pekerja sudah selesai, ujarnya.

Terkait beberapa bahan material yang diduga tidak sesuai speksifikasi terlebih batu belah, pihak sekolah hanya mengawasi saja, tidak pernah komplen.
Sedangkan untuk drawing atau gambar sepengetahuannya tidak dipasang di papan informasi, hanya saja pihak CV hanya memperlihatkan saja ke pihak sekolah, sementara untuk Direksi Kit disediakan dari pihak sekolah, paparnya.

Sementara ketika dihubungi via pesan singkat WhatsApp (WA) pada hari Rabu (22/12/2021), Kepala Sekolah SMKN 1 Kalipucang masih ada kegiatan menandatangi rapot para siswa – siswi. Sehingga sampai berita ini diturunkan pihak Kepala Sekolah belum bisa dimintai keterangan.***TIM
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang