Pengembang Sulit Dihubungi, Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi BBWS Diduga Abaikan K3 dan KIP

Pengembang Sulit Dihubungi

Pangandaran, analisaglobal.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa Tahun Anggaran 2022 melaksanakan Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Manganti (S.I Lakbok Selatan) Tahap II, yang dikerjakan oleh PT. Bina Cipta Utama (PT. BCU), dengan sumber anggaran dari APBN sebesar Rp 50 Miliar lebih.

Pekerjaan yang sudah dilaksanakan sekitar 1 bulan ini, diduga belum ada papan informasi, hal tersebut ketika beberapa awak media menelusuri pekerjaan dimulai perbatasan Kabupaten Ciamis – Kabupaten Pangandaran.

Padahal papan informasi merupakan dasar Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2018, karena adanya pekerjaan tersebut merupakan hasil dari pajak masyarakat yang disalurkan untuk kegiatan infrastruktur.

Sebelumnya sudah dilaksanakan sosialisasi beberapa bulan ke belakang di Aula Desa Paledah Kecamatan Padaherang dari pihak BBWS Citanduy Banjar, namun dari pihak PT BCU belum ada koordinasi atau permisi ke pihak Muspika Kecamatan Padaherang, hal tersebut diungkap oleh Camat Padaherang Edi Kusnadi, saat dikonfirmasi oleh awak media, Jum’at (27/01/2023).

Camat Padaherang Edi Kusnadi, S.Pt, S.IP, MM, saat dikonfirmasi oleh awak media, Jum’at (27/01/2023).

“Tidak adanya koordinasi dengan Muspika dari pihak PT. BCU sangat disayangkan karena ketika ada kendala dilapangan seperti kendaraan yang mengangkut material dan alat berat yang menyebabkan jalan rusak ataupun ada beberapa tanaman milik warga masyarakat yang sifatnya menyebabkan  merugikan warga masyarakatnya tentu ini menjadi perhatian serius, terlebih sudah adanya Batching Plan dan ketika musim penghujan sekarang dikhawatirkan jalan yang baru dibangun rusak kembali, tandas Edi.

Sementara dihubungi beberapa kali via pesan singkat WhatsApp (WA) ke PT. BCU – Widi, enggan membalas, bahkan beberapa awak media mencoba mendatangi ke kontrakannya Widi PT. BCU, Sabtu (21/01/2023) tidak ada ditempat, yang ada salah satu pegawai seraya menuturkan Pa Widi, istrinya sakit.

Kembali ditelusuri dibeberapa titik pekerjaan di wilayah Desa Kertajaya terlihat pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi kurang lebih 1.5 meter, sebagian menggunakan jenis material batu porslen, dan sebagian diduga menggunakan jenis batu lokal yang diambil di Kecamatan Kalipucang, artinya sebagian batu porslen dan sebagian batu lokal.

Baca Juga Telan Anggaran Ratusan Miliar, Pembangunan Jalan Nasional Sudah Banyak Yang Amblas Dan Berlubang

Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi BBWS Diduga Abaikan K3 dan KIP

Urugan tanah dan batu yang ada di lokasi pekerjaan. Jumat (27/01/23)

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *