Mini Ranch Sapi Pasundan Sukamantri Ciamis
Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Peternakan Sapi Pasundan Ciamis, salah satu sarana wisata untuk belajar beternak di alam terbuka. Mini Ranch Sapi Pasundan ini terletak di Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis menjadi wisata alam yang jadi tujuan wisata di Ciamis Utara.
Konsep peternakan yang dikelola oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis ini seperti peternakan di Selandia Baru, dengan ternak yang berkeliaran di alam terbuka, sehingga sangat menyenangkan untuk dikunjungi.
Menurut pengelola di sini, akan banyak rencana untuk menjadikan Mini Ranch Sapi Pasundan sebagai kawasan peternakan yang lengkap.

Menengok ke belakang pada awal pendirian Mini Ranch Sapi Pasundan, Yanto Suprianto, S.Pt, M.P., Sekretaris Dinas Peternakan Ciamis mengatakan, Mini Ranch awalnya didirikan untuk konservasi sapi Pasundan. Mengapa ada sapi Pasundan? Dengan demikian, sapi Pasundan awalnya adalah sapi Rancah, sebuah wilayah di Kabupaten Ciamis yang bernama kecamatan Rancah.
Baca Juga Menjadi Narasumber, Kasdim 0612/TSM Memberikan Pembekalan Bela Negara Untuk Cinta Tanah Air
Jadi Tujuan Wisata dan Belajar Beternak di Alam
“Sekarang namanya sapi Pasundan, jadi lebih mendunia,” ujarnya. Selasa, (7/3/2023).
Tujuan dari Mini Ranch Sapi Pasundan adalah konservasi dan edukasi. Jadi para peternak, pelajar, dan siapapun yang berminat beternak sapi, silahkan belajar disini gratis.
Ada beberapa hal untuk dipelajari. Cara beternak sapi, cara merawat, cara memberi makan, cara menanam rumput, cara membuang kotorannya, semua ada di sini.
“Teknisi ada di sini, silakan belajar di sini,” ujar Yanto Suprianto.
Di sebelah area Mini Ranch, kami bekerja sama dengan BUMDesa Cibeureum yang memiliki beberapa spot wisata, kuliner dan beberapa spot yang masih baru.
Nantinya akan dibangun peternakan domba berbasis wisata. Semacam kebun binatang mini juga akan dibangun. Namun belum terlaksana karena ada beberapa tahapan.
“APBD tahap awal tahun 2024 lebih condong ke pengembangan Mini Ranch, sehingga lebih maju dan lebih dikenal,” tambah Yanto Suprianto.
Yanto Suprianto menerangkan, kami bekerja sama dengan BUMDesa Cibeureum dan BUMDesa Maparah, Yanto menjelaskan untuk BUMDesa Maparah kita arahkan ke sektor pertanian, karena di kawasan wisata desa Maparah kecamatan Panjalu sudah ada kebun jeruk seluas 5 hektar, meskipun saat ini tidak terawat, karena baru mulai dan udah besar, jadi efeknya begini.
Selain itu, ada kebun durian yang dikelola masyarakat, dan rencana ke depan akan dibuat kebun apel atau alternatif lain dengan kebun alpukat.
“Untuk lahan alpukat nya sendiri kami sudah menyiapkan lahan seluas 0,5 hektar. Jadi ke depannya akan ada lahan alpukat petik sendiri” terangnya.

Kemudian, beberapa program selanjutnya akan ada Seputra bernama Puncak Joho. Akan ada peternakan sapi perah di sini di masa depan, dan Anda bisa minum susu di pagi hari.
Tidak hanya itu, di kawasan ini juga akan ada peternakan kambing yang berorientasi wisata. Sudah dalam perencanaan hingga 2027. Dengan banyaknya perencanaan, kita membutuhkan kolaborasi, penganggaran, dan komitmen bersama.
“Jadi tujuan selanjutnya adalah mengembangkan agrowisata. Semoga berjalan seperti yang kita harapkan,” harap Yanto Suprianto. (A. Hidayat)
Baca Juga DPW PW Fast Respon Jabar Jalin Silaturahmi Dengan DPC PW Fast Respon Kabupaten dan Kota
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang