Rumah Milik Warga Desa Kutawaringin Salawu Habis Dilahap Si Jago Merah
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Telah terjadi kebakaran rumah milik keluarga pasangan suami istri Aan Rohandi dan Engkoy warga kampung Cipeundeuy RT 01 RW 02 Desa Kutawaringin kecamata Salawu, kejadian tersebut terjadi saat keduanya akan ikut merayakan Hari jadi kabupaten Tasikmalaya yang ke-391. Rabu (26/7/2023).
Kebakaran tersebut menghabiskan 1 unit rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bilik bambu, api diduga berasal dari tungku perapian dan diduga lupa memadamkannya.
Saat kejadian musibah kebakaran, masyarakat dan juga Pemerintah Desa Kutawaringin sedang dalam pesta pora dan gembira dalam rangka memeriahkan hari jadi kabupaten Tasikmalaya.
Tidak terkecuali Mohammad Syarif selaku kepala desa Kutawaringin saat sedang diwawancara oleh awak media terkait hari jadi kabupaten Tasikmalaya tiba-tiba Mohamad Syarif meminta wawancara di jeda, dikarenakan ada panggilan masuk ke handphone nya.
Usai menerima panggilan telepon, Mohammad Syarif pun menjelaskan, bahwa ada musibah kebakaran yang menimpa warganya, ia pun langsung bergegas meninggalkan acara dan menuju rumah yang terkena musibah kebakaran.
Diduga Api Berasal Dari Tungku
Selang beberapa waktu, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp (WA). Mohammad Syarif membenarkan bahwa telah terjadi musibah ke webakaran rumah yang menimpa keluarga Ana Rohandi (70) warga kampung Cipeundeuy RT 01 RW 02 Desa Kutawaringin kecamata Salawu.
Baca Juga Warga Desa Janggala Cidolog Sumringah, Wabup Ciamis Bagi-Bagi Rezeki Dalam Acara Santunan
“Kami sedang melakukan pemadaman bersama warga, tetapi rumah sudah rata dengan tanah, karena bangunan rumah terbuat dari kayu dan bilik, untuk lebih jelasnya silahkan hubungi Tagana Kabupaten Tasikmalaya,” jelas Mohammad Syarif.
Agusman atau Agis yang berada dikantor Desa Kutawaringin membenarkan, bahwa kejadian diperkirakan sekitar pukul 10.00 WIB, sumber api berasal dari tungku, ucap Agusman.
“Adapun ukuran rumah 6X5 meter dan itu merupakan rumah panggung, untuk kerugian diperkirakan Rp. 50 juta, diantaranya uang tunai Rp. 16 juta, 20 karung padi, televisi dan isi rumah habis tak tersisa,” terangnya.
Lebih lanjut Agusman menuturkan, pemadaman menggunakan alat seadanya oleh sebagian warga yang berada di lokasi, kalaupun ada mobil damkar sulit untuk mencapai TKP, untuk menjaga hal yang lebih buruk petugas damkar melakukan pendinginan, tutur Agusman (Yos Muhyar)
Baca Juga Pemdes Kudadepa Raih 3 Penghargaan Di Hari Jadi Kab. Tasikmalaya Ke-391 Tingkat Kecamatan Sukahening
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang