Soroti Video Penganiayaan Anak Sekolah Di Cilacap
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Viralnya video penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sekolompok siswa SMP melalui pesan singkat WhatsApp Group dengan durasi 04:14 menit membuat heboh dan menuai kritik keras dari semua kalangan. Dimana dalam tayang video tersebut memperlihatkan salah satu siswa yang dianiaya/dipersekusi oleh seorang temannya dengan tanpa ampun dan tanpa belas kasihan dianiaya secara brutal, dimana korban tidak melawan sedikit pun.
Dengan adanya kejadian tersebut ketua Forum Wartawan Tasik Utara (FORWATUR) Halim Saepudin angkat bicara, menurutnya kejadian penganiayaan ataupun perundungan yang dilakukan dalam tayangan video tersebut sudah diluar batas dan tidak mencerminkan seorang siswa yang berpendidikan, yang pastinya kejadian seperti itu sudah mencoreng dunia pendidikan, katanya. Rabu (27/09/23).
Baca Juga DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pelantikan Dan pengukuhan Sekaligus Santunan Anak Yatim
“Melansir dan membaca dari beberapa media online bahwa kejadian tersebut terjadi di wilayah kecamatan Cimanggu kabupaten Cilacap provinsi Jawa Tengah, dan menurut informasi juga bahwa korban dari pemukulan tersebut telah divisum di RSUD Majenang, dan pelaku pemukulan sedang dalam proses di kepolisian Cilacap,” jelas Halim.
FORWATUR Menilai Pentingnya Pendidikan Moral dan Budi Pekerti
Lanjut Halim mengungkapkan, pada dasarnya untuk pendidikan saat ini harus lebih menumbuh kembangkan Ilmu agama baik moral ataupun budi pekerti, bukan hanya ilmu tekhnologi saja, karena pendidikan moral dan keagamaan sangat penting dalam sosial kemasyarakatan untuk lebih saling menghargai, menghormati dan mengasihi antar sesama, sehingga tidak terjadi kembali kejadian seperti itu, dan semoga di kabupaten Tasikmalaya tidak terjadi hal tersebut, ungkapnya.
Baca Juga Hama Babi Hutan Perusak Lahan Perkebunan Warga Tertangkap Di Gunungsari Sadananya
Ketua Bidang OKK dan Investigasi FORWATUR Muhamad Ali juga menambahkan, dengan adanya video viral tersebut tentunya sangat miris akan dunia pendidikan saat ini, dimana nilai-nilai budi pekerti yang ditanamkan di lembaga pendidikan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga kejadian-kejadian perundungan/bullying sesama siswa kerap terjadi, dan ini tentunya harus menjadi perhatian baik bagi pemerintah melalui dinas terkait ataupun kita semua, imbuhnya.
“Kejadian tersebut sangat miris dan tentunya kami dari FORWATUR menyayangkan dengan adanya kejadian tersebut, dimana anak dibawah umur setingkat SMP melakukan tindakan brutal yang tidak semestinya berbuat seperti itu, kami berharap pengawasannya lebih di tingkatkan lagi kepada Dinas terkait dimanapun untuk mengevaluasi demi perbaikan di dunia Pendidikan, dan segera tanamkan nilai-nilai keagamaan baik moral ataupun budi pekerti, jangan hanya menanamkan Ipteknya saja,” pungkas Muhamad Ali. (AD/Mar)
Baca Juga Kesbangpol Kab. Tasikmalaya Gelar Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Bagi Perangkat Desa
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang