Ketua FGP Hendra Bima: Arogansi Kapitalisasi Politik di Tasikmalaya Percepat Pembusukan Demokrasi

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com – Ketua Forum Gunung Pangajar (FGP), Hendra Bima, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi demokrasi di Kabupaten Tasikmalaya yang menurutnya tengah mengalami kemunduran serius.

Dalam pernyataannya, Hendra menyebut bahwa Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di daerah tersebut justru menampilkan wajah demokrasi yang suram dan sarat dengan praktik politik yang tidak sehat. “Arogansi kekuatan kapitalisasi politik tampak mendominasi dan mempercepat pembusukan demokrasi,” tegas Hendra. Senin (21/04/2025).

Ia menyebut berbagai indikasi buruk dalam proses politik di Tasikmalaya, seperti dugaan intimidasi, konflik horizontal, penggiringan opini kotor di media sosial, politik uang, hingga upaya kriminalisasi terhadap ulama.

Hendra menekankan bahwa pernyataannya bukan bentuk keberpihakan politik, melainkan sebuah sikap keprihatinan terhadap kondisi iklim demokrasi yang menurutnya telah jauh dari nilai dan norma moral yang seharusnya dijunjung tinggi.

“Menang kalah dalam politik itu hal biasa. Namun cara-cara yang dipakai dengan kekuatan uang dan pragmatisme sesaat telah menggelapkan nilai-nilai luhur Tasikmalaya sebagai kota santri,” ujar Hendra.

Baca Juga Rapat Pleno PSU Pilkada Tasikmalaya Digelar Serentak, Saksi Paslon 01 dan 03 Walk Out di Sukahening

Ia pun mengingatkan semua pihak untuk waspada terhadap gejala pendangkalan demokrasi yang tengah terjadi. “Siapapun bupatinya, itu bukan masalah. Tapi jangan sampai kepemimpinan daerah tunduk pada kepentingan para pemilik modal. Itu sama saja dengan menyerahkan pemerintahan kepada kekuatan kapital yang bisa menjelma jadi otoritarianisme baru,” ungkapnya.

Menurut Hendra, jika hal ini dibiarkan, maka pemerintah daerah akan kehilangan independensi untuk berpihak pada rakyat. “Mereka hanya akan menjadi boneka dari kekuatan modal,” tegasnya.

Mengakhiri pernyataannya, Hendra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merenung dan bertindak demi tegaknya nilai-nilai moral dan demokrasi yang berkeadilan sosial.

“Demokrasi kita adalah Demokrasi Pancasila, bukan demokrasi model Barat. Maka harus berpihak kepada rakyat, bukan kepada kepentingan segelintir elite,” pungkasnya. (AD)

Baca Juga Dapat Bantuan SPAM Jaringan Perpipaan, Warga Ucapkan Ini !

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!