Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang pelaksanaan wisuda atau acara perpisahan sekolah dengan biaya tinggi mendapat sambutan positif dari siswa-siswi SMKN 1 Ciamis. Meski dilaksanakan dengan anggaran minim, acara perpisahan siswa kelas XII tetap berlangsung meriah dan penuh kreativitas.
Febri Adiansah, siswa kelas XII Kuliner 2, mengungkapkan bahwa pelaksanaan acara ini sempat menuai pro dan kontra di kalangan siswa. “Awalnya memang ada yang merasa kurang setuju karena fasilitasnya sederhana, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang mewah. Tapi karena kita ingin menaati arahan Gubernur, akhirnya semua bisa menerima dan ikut antusias,” ujarnya, Jumat (9/5/2025).
Baca Juga Gangguan Kelistrikan Terjadi di Sejumlah Wilayah, PLN ULP Rajapolah Lakukan Perbaikan Darurat
Menurut Febri, pelaksanaan perpisahan kali ini diinisiasi oleh pihak komite sekolah dan orang tua siswa, dengan konsep non-budgeting atau tanpa pungutan biaya tinggi. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat yang menekankan agar kegiatan perpisahan tidak membebani orang tua secara finansial.
“Memang ada sedikit kecemburuan dengan angkatan sebelumnya yang bisa merasakan acara wisuda dengan atribut lengkap seperti pengalungan medali. Tapi saya pribadi mendukung penuh kebijakan ini, karena tujuannya baik – supaya tidak memberatkan orang tua,” lanjutnya.
Febri juga menambahkan bahwa meski tanpa konvoi atau acara mewah, momen perpisahan tetap terasa hangat dan penuh makna. “Kami melaksanakan perpisahan dengan sederhana tapi khidmat bersama guru dan teman-teman di sekolah. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain, bahwa dengan kreativitas, acara perpisahan tetap bisa berkesan meski tanpa biaya besar,” pungkasnya. (Dods)
Baca Juga Edi Hermawan dan Rekan Bentuk Pokdarwis Wisata Kerang Hijau, Harapkan Dukungan Pemerintah Daerah
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang