Oleh : Dea Mahabah
Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Cinta terhadap Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang muncul secara instan. Ia tumbuh perlahan melalui kebiasaan, pengalaman, dan lingkungan yang konsisten. Jika kecintaan itu belum terasa kuat, hal tersebut adalah sesuatu yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana cara menumbuhkannya sejak dini.
Masa anak usia dini merupakan fase emas dalam perkembangan. Pada tahap ini, anak sangat mudah menyerap berbagai nilai yang diajarkan oleh orang tua maupun guru. Oleh karena itu, pengenalan Al-Qur’an perlu dilakukan secara tepat, yakni dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Salah satu cara efektif dalam menanamkan cinta Al-Qur’an adalah melalui pembiasaan. Anak dapat diajak mendengarkan lantunan ayat suci setiap hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Dengan mendengar secara berulang, anak akan merasa lebih akrab dan dekat dengan Al-Qur’an. Orang tua dan guru juga dapat membacakan ayat-ayat pendek dengan suara yang lembut agar anak merasa nyaman dan tertarik.
Selain itu, metode bermain menjadi kunci penting dalam pembelajaran anak usia dini. Pengenalan huruf hijaiyah dapat dilakukan melalui lagu, permainan kartu, atau media visual yang menarik. Dengan cara ini, proses belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak membebani anak. Mereka pun akan mengenal Al-Qur’an sebagai sesuatu yang menggembirakan, bukan sebagai kewajiban yang berat.
Baca Juga Balita Sudah Kenal Scroll: Bagaimana Layar Digital Membentuk Emosi Anak Usia Dini ?
Keteladanan dari orang dewasa juga memiliki peran yang sangat besar. Anak adalah peniru ulung. Ketika mereka melihat orang tua atau guru rutin membaca Al-Qur’an, kebiasaan tersebut akan secara alami mereka tiru. Lingkungan yang religius dan penuh nilai-nilai kebaikan akan semakin memperkuat kecintaan anak terhadap kitab suci.
Tak kalah penting, apresiasi terhadap usaha anak perlu diberikan, sekecil apa pun itu. Pujian yang tulus atau hadiah sederhana dapat meningkatkan semangat mereka dalam belajar. Namun, yang paling utama adalah menciptakan suasana belajar yang penuh kasih sayang, sehingga anak merasa aman, nyaman, dan bahagia dalam mengenal Al-Qur’an.
Pada akhirnya, menanamkan cinta Al-Qur’an pada anak usia dini bukan sekadar mengajarkan membaca, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan spiritual sejak awal kehidupan. Dengan pendekatan yang tepat, Al-Qur’an akan menjadi sahabat yang selalu menemani langkah mereka sepanjang hayat.
Baca Juga Persiapan Pra-SD Lebih dari Sekadar Bisa Baca-Tulis
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang