Pembangunan Jembatan Cirahong II: Harapan Baru bagi Perekonomian Perbatasan Ciamis-Tasikmalaya

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui rencana pembangunan Jembatan Cirahong II yang akan menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Proyek strategis ini kini telah memasuki tahap pembebasan lahan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Kabupaten Ciamis, H. Hilman, menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan ditargetkan selesai pada tahun 2025. “Mudah-mudahan di akhir September sudah ada nilai ganti rugi yang disepakati sehingga pembayaran kepada masyarakat pemilik tanah bisa segera dilakukan,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

Pembangunan Jembatan Cirahong II telah diajukan dalam skema bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat dan telah masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) untuk tahun anggaran 2026. Syarat utama untuk melanjutkan proyek ini adalah kesiapan lahan, yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Baca Juga Tak Hanya Mengabdi, KKN UID Ciamis Juga Berdakwah di Masjid Desa

Menurut H. Hilman, total panjang jalan yang akan dibebaskan mencapai sekitar 400 meter. Proses pengadaan lahan mencakup dua jenis kepemilikan, yakni tanah milik masyarakat dan aset milik PT KAI. “Untuk tanah milik PT KAI, kemungkinan besar skemanya adalah sewa atau kerja sama,” jelasnya.

Karena proyek ini melibatkan dua wilayah administratif, baik Kabupaten Ciamis maupun Kabupaten Tasikmalaya diharapkan dapat menyiapkan anggaran dan menyelesaikan pembebasan lahan secara paralel. “Kami harap Kabupaten Tasikmalaya juga mengalokasikan anggaran pembebasan lahan di tahun ini,” tambahnya.

Jembatan Cirahong II diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi di wilayah perbatasan, khususnya antara Kecamatan Ciamis dan Manonjaya. Selama ini, masyarakat harus menempuh jarak yang cukup jauh dan memutar untuk menjangkau wilayah tetangga.

“Dengan terbangunnya jembatan ini, aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan akan lebih lancar. Pedagang, pelaku usaha, serta warga yang biasa beraktivitas lintas kabupaten akan sangat terbantu,” tutur Hilman.

Pemerintah berharap proses pengadaan lahan berjalan lancar sesuai jadwal, sehingga tahapan konstruksi fisik dapat dimulai pada tahun 2025 atau 2026. “Kami optimis Jembatan Cirahong II bisa menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi dua wilayah,” pungkasnya.

Pembangunan infrastruktur strategis ini menjadi harapan besar bagi masyarakat perbatasan untuk kehidupan ekonomi yang lebih baik dan aksesibilitas yang lebih mudah. (Dods)

Baca Juga Gelar Pasukan dan Peralatan Bulan Juli 2025 PLN ULP Singaparna

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!