Kabupaten Ciamis, analisaglibal.com — Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, salah satunya melalui dukungan terhadap Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang fokus menyiapkan tenaga kerja siap pakai untuk pasar global.
Salah satu upaya konkret tersebut tampak dalam pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang diselenggarakan oleh LPK Galuh Pemanah Rasa (GPR). Program ini menyasar generasi muda Ciamis untuk diberangkatkan magang ke Jepang dan memiliki kesempatan berkarir di luar negeri.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Ciamis, Dase Fadlil, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan selama 90 hari atau tiga bulan bisa segera berangkat ke Jepang.
“Harapan terbesar kami tentu saja semua peserta yang sudah melalui pelatihan ini bisa berangkat. Selain membuka peluang kerja, ini juga dapat menekan angka pengangguran di Kabupaten Ciamis,” ujar Dase, Kamis (7/8/2025).
Menurutnya, meskipun disebut sebagai program magang, peserta tetap akan mendapatkan honor yang cukup layak selama berada di Jepang. Dase menekankan bahwa keberangkatan peserta bukan hanya persoalan pekerjaan, tetapi juga soal martabat dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga PLN Goes to School: PLN Tasikmalaya Edukasi Siswa SMKN 2 Tentang Ketenagalistrikan
“Program magang ini luar biasa. Honor yang diterima cukup besar, dan yang terpenting mereka berkesempatan merintis karir internasional. Dari hasil pelatihan yang sudah kita lihat hari ini, para peserta memang layak untuk berangkat,” tambahnya.
Ia juga menyatakan bahwa pemerintah daerah merasa sangat terbantu dengan keberadaan LPK seperti Galuh Pemanah Rasa yang legal, berizin, dan memiliki program yang terstruktur. Sinergi antara pemerintah dan lembaga swasta seperti LPK dinilai penting dalam menyiapkan SDM unggul yang dapat bersaing di pasar kerja internasional.
“LPK yang profesional harus bisa merangkul masyarakat, membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berdaya dan mampu meningkatkan taraf hidup, baik secara ekonomi maupun sosial,” ujar Dase.
Di tempat yang sama, Ketua Yayasan LPK Galuh Pemanah Rasa, Ferry, menuturkan bahwa program pelatihan saat ini masih difokuskan untuk pengiriman peserta magang ke Jepang, namun ke depan akan berkembang menjadi program Iku Seishain atau “Iku-Sesuro”, yang memungkinkan peserta menjadi tenaga kerja berstatus tetap.
“Program Iku-Sesuro ini lebih baik dari magang. Kalau mereka lulus ujian baik di Jepang atau di Indonesia, maka bisa lanjut jadi TG (Tokutei Ginou) atau pekerja profesional. Mereka mendapat hak dan kewajiban yang sama seperti warga Jepang lainnya,” kata Ferry.
Ia menambahkan bahwa pihak yayasan sudah banyak memberangkatkan peserta ke Jepang sejak sebelum beralih menjadi GPR. Namun, atas nama LPK Galuh Pemanah Rasa secara kelembagaan, baru tujuh orang yang sudah diberangkatkan.
“Ke depan kami berharap tak hanya mengirim ke Jepang saja, tetapi juga ke negara lain. Saat ini kami juga menjajaki peluang kerja sama dengan Slovakia. Visi kami sejalan dengan visi-misi Pak Bupati, ingin membantu masyarakat yang kurang mampu untuk bisa berkarir di luar negeri,” ungkap Ferry.
Menariknya, untuk mendukung akses pelatihan bagi peserta, pihak yayasan juga memberikan subsidi pelatihan secara besar-besaran. Dari biaya pelatihan sebesar Rp8 juta, peserta hanya dibebankan Rp1 juta.
“Biaya Rp1 juta itu sudah mencakup pembelajaran, modul, dan kebutuhan lainnya. Artinya, kami memberikan subsidi sebesar 90 persen. Kami ingin membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat, tanpa membebani secara ekonomi,” jelas Ferry.
Ia pun berharap agar Disnaker terus mendukung kegiatan pelatihan ini, baik dalam bentuk dukungan teknis maupun regulasi, agar ke depan program seperti ini semakin banyak menjangkau generasi muda Ciamis yang memiliki mimpi besar untuk sukses di luar negeri.
Dengan kolaborasi antara LPK dan pemerintah daerah, Kabupaten Ciamis optimis dapat mencetak tenaga kerja global yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga membawa nama baik daerah di mata internasional. (Dods)
Baca Juga Antisipasi Dampak Lingkungan Program MBG, DPRKPLH Ciamis Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah SPPG
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang