Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Namun, di balik manfaatnya, program ini juga menimbulkan potensi baru, yakni meningkatnya volume sampah dari aktivitas dapur umum.
Sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis menggelar sosialisasi penanganan limbah padat dan cair kepada para kepala dapur dan mitra pengelola SPPG se-Kabupaten Ciamis.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas PUPRP Ciamis ini diikuti oleh 31 mitra dan kepala dapur SPPG. Dalam sambutannya, Kabid Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DPRKPLH Ciamis, Rini Valianti, menyampaikan pentingnya pengelolaan limbah secara sistematis, dimulai dari proses pencatatan volume sampah.
“SPPG harus mulai melakukan pendataan jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari, baik sampah organik maupun non-organik. Data ini menjadi dasar bagi kami di DPRKPLH untuk menyusun langkah penanganan limbah yang tepat, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Rini.
Baca Juga Donor Darah Rutin di Desa Gegempalan, Bukti Kepedulian Sosial Warga
Menurutnya, pengelolaan limbah tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab kebersihan, tetapi juga menyangkut upaya mencegah pencemaran lingkungan yang dapat merugikan masyarakat. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan limbah organik sebagai pakan budidaya magot.
“Limbah sisa makanan dari dapur SPPG sangat potensial dimanfaatkan sebagai pakan magot. Ini bukan hanya mengurangi beban sampah, tapi juga bisa menumbuhkan potensi ekonomi baru di masyarakat,” tambahnya.
DPRKPLH juga telah melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi SPPG. Hasil peninjauan tersebut menunjukkan adanya beberapa catatan penting, mulai dari belum adanya sistem pencatatan sampah yang terstandarisasi hingga belum optimalnya pemanfaatan limbah.
“Kami tidak ingin kehadiran SPPG justru menjadi sumber masalah lingkungan. Oleh karena itu, sejak awal kami lakukan pendekatan persuasif dan pembinaan agar SPPG mampu menjadi bagian dari solusi lingkungan,” kata Rini.
Sosialisasi ini juga menjadi ruang dialog terbuka antara pengelola SPPG dan pihak dinas. Salah satu mitra SPPG dari Kecamatan Cisaga, Nandang, mengungkapkan bahwa dapurnya menghasilkan lebih dari 1 kuintal sampah setiap harinya. Meski sebagian telah dimanfaatkan, masih ada tantangan dalam pengelolaan limbah khususnya minyak jelantah.
“Beberapa limbah kami manfaatkan untuk pakan entog dan ikan. Tapi untuk jelantah, saat ini kami masih menjualnya,” ungkap Nandang.
Keluhan serupa juga disampaikan mitra SPPG dari Desa Pawindan yang menyebutkan bahwa volume limbah makanan di dapurnya mencapai 120 kilogram per hari, belum termasuk sampah plastik.
Menanggapi hal tersebut, DPRKPLH mendorong adanya sistem pelaporan berbasis digital, serta pembentukan grup komunikasi yang memudahkan koordinasi antar-SPPG dan dinas. Setiap dapur akan diminta mencatat volume sampah dalam logbook harian, kemudian secara berkala dilaporkan kepada dinas.
“Ke depan, laporan ini tidak harus disampaikan secara fisik ke kantor. Kita akan bentuk grup WhatsApp atau media komunikasi digital lain, agar pengawasan dan pembinaan berjalan lebih efisien,” jelas Rini.
Upaya ini disambut positif oleh para pengelola SPPG. Mereka mengapresiasi langkah cepat DPRKPLH yang memberikan panduan sekaligus solusi konkret dalam pengelolaan limbah. Sosialisasi ini diharapkan menjadi awal dari sistem pengelolaan limbah dapur yang lebih ramah lingkungan, partisipatif, dan berdampak ekonomi.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, DPRKPLH berharap Program MBG tidak hanya memberi manfaat dari sisi gizi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan sampah berkelanjutan. (Dods)
Baca Juga PLN Goes to School: PLN Tasikmalaya Edukasi Siswa SMKN 2 Tentang Ketenagalistrikan
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang