Leuwi Pamipiran, Pesona Alam di Kaki Gunung Sawal Siap Sambut Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com
Menyambut libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, Obyek Wisata Alam Leuwi Pamipiran di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, mulai berbenah.

Terletak di kaki Gunung Sawal dan dikelilingi pepohonan rindang, kawasan wisata yang dikelola oleh masyarakat bersama Perhutani ini siap memanjakan wisatawan dengan keindahan alam yang asri dan suasana yang menenangkan.

Leuwi Pamipiran dikenal sebagai salah satu surga tersembunyi di Ciamis. Airnya yang jernih, batuan alam yang eksotis, serta udara sejuk khas pegunungan menjadikan tempat ini cocok untuk melepas penat dari rutinitas kota.

Tahun ini, pengelola berkomitmen memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan aman bagi pengunjung yang akan datang selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ketua kelompok pengelola Leuwi Pamipiran, Muslihudin, mengatakan bahwa pihaknya tengah memperkuat kesiapan para anggota dalam menghadapi lonjakan wisatawan.

“Insya Allah kami akan memperkuat aktivitas anggota, terutama dari sisi safety-nya,” ujarnya dengan semangat. Minggu, (26/10/2025).

Selain menyiapkan personel tambahan, pengelola juga tengah menyelesaikan pembangunan bendungan kecil di area utama wisata. Tujuannya agar area kolam alami di Leuwi Pamipiran menjadi lebih lebar dan nyaman untuk berenang.

Baca Juga PLN dan Polytron Catat Rekor MURI: 500 Motor Listrik Lakukan Pengisian Serentak di Jatinangor

“Sekarang lagi dibangunkan bendungan supaya yang berenang bisa lebih leluasa. Mudah-mudahan selesai sebelum tahun baru,” tambahnya penuh harap.

Untuk fasilitas pendukung, Muslihudin menjelaskan bahwa di kawasan ini sudah tersedia toilet, tempat mandi, musala, dan gazebo untuk beristirahat. Meski ruang ganti masih terbatas, pengunjung tetap bisa menikmati suasana alami yang menjadi daya tarik utama Leuwi Pamipiran.

“Yang penting di sini suasananya alami, asri, dan tenang. Itu yang banyak disukai pengunjung,” ujarnya sambil tersenyum.

Menariknya, harga tiket masuk tetap tidak naik, meski jumlah pengunjung diprediksi meningkat pada akhir tahun. “Tiket tetap seperti biasa, tidak ada perubahan,” kata Muslihudin.

Dari pihak Perhutani, Rudiana selaku pendamping kegiatan wisata menjelaskan bahwa peningkatan keamanan menjadi perhatian utama menjelang libur panjang.

“Kami mempersiapkan SDM dan petugas tambahan. Karena ini wisata air, risikonya lumayan tinggi, jadi aspek keamanan harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Pengelola juga menerapkan sistem pembagian tugas dan patroli agar pengunjung yang datang merasa aman dan nyaman, terutama bagi mereka yang berencana camping atau bermalam di area wisata.

“Setiap pengunjung yang menginap akan kami dampingi. Karena lokasi ini cukup jauh dari pemukiman, keselamatan dan keamanan jadi hal yang sangat kami jaga,” jelas Rudiana.

Selain pengawasan di area wisata, tim pengelola juga memberi edukasi langsung kepada pengunjung mengenai titik-titik berisiko, kedalaman air, serta aturan keselamatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami himbau agar setiap pengunjung menjaga diri dan memperhatikan keselamatan masing-masing. Kami pantau terus di lapangan,” tambahnya.

Melihat meningkatnya animo wisatawan setiap tahunnya, pengelola dan pihak Perhutani juga telah menyiapkan rencana perluasan area wisata hingga sekitar 5–6 hektare. Namun, langkah ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia dan kondisi alam di kawasan tersebut.

“Kita berjalan sesuai kemampuan, yang penting keamanan dan kenyamanan tetap jadi prioritas,” tegas Rudiana.

Leuwi Pamipiran memang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga suasana kebersamaan antara masyarakat, alam, dan pengunjung. Para wisatawan bisa menikmati segarnya air sungai pegunungan, duduk santai di gazebo, berfoto di antara tebing batu alami, hingga berkemah di bawah langit penuh bintang.

Dengan segala keasrian dan keramahan masyarakatnya, Leuwi Pamipiran siap menjadi destinasi pilihan bagi para pelancong yang ingin menutup tahun dengan ketenangan dan kesegaran alam.

“Kami hanya berharap, semua pengunjung merasa bahagia dan membawa pulang kenangan indah dari Leuwi Pamipiran,” tutup Muslihudin. (Dods)

Baca Juga Ciamis Gelar Aksi Nyata Bersih Sampah: Wujudkan Kabupaten Bersih dan Berdaya Saing Internasional

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!