Manajemen RSUD Pandega Pangandaran Himbau Masyarakat Waspada Leptospirosis

Pangandaran, analisaglobal.com – Intensitas curah hujan belakang diberbagai wilayah Indonesian sangat tinggi, hal ini dirasakan juga ke wilayah Kabupaten Pangandaran, hal ini berdampak pada kesehatan masyarakat.

Menyikapi hal tersebut RSUD Pandega Pangandaran mengawali tahun 2026 dengan memperkuat literasi kesehatan masyarakat.

Pihak RSUD Pandega arahkan pada kewaspadaan terhadap ancaman Leptospirosis di musim penghujan serta penguatan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Helmi, S.I.Kom., pada Senin (19/01/2026). Ia menjelaskan bahwa tantangan kesehatan pasca-banjir dan perubahan gaya hidup masyarakat menjadi perhatian serius RSUD Pandega dalam upaya melindungi warga Pangandaran.

Baca Juga YBM dan Srikandi PLN Tasikmalaya Salurkan Bantuan Modal Usaha Untuk Warga Cikalang

Banjir berpotensi meningkatkan risiko penularan bakteri Leptospira yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang terluka atau selaput lendir saat kontak dengan air yang terkontaminasi,” jelas Helmi.

Waspada Leptospirosis. Adapun gejala klinis Leptospirosis antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala, mata merah, kulit menguning, nyeri otot, terutama pada betis, serta mual dan muntah. Menurut Helmi, upaya pencegahan ini sejalan dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan RI dan World Health Organization.

“Kemenkes RI menekankan penggunaan alat pelindung diri seperti sepatu bot dan sarung tangan di area terdampak banjir, sementara WHO menegaskan pentingnya deteksi dini guna mencegah komplikasi serius pada ginjal dan hati,” ujarnya.

Langkah preventif lainnya meliputi menutup luka dengan plester kedap air, mencuci tangan dan kaki menggunakan sabun setelah beraktivitas di genangan air, serta menjaga kebersihan makanan dari kemungkinan kontaminasi tikus.

Resolusi Sehat dan Kebiasaan Baru 2026. Selain penyakit menular, RSUD Pandega Pangandaran juga mengkampanyekan perubahan gaya hidup guna menekan angka penyakit tidak menular (PTM). Kampanye ini menjadi bagian dari resolusi sehat dan pembentukan kebiasaan baru masyarakat di tahun 2026.

Beberapa poin utama yang disosialisasikan meliputi:
1. Aktivitas fisik konsisten, dengan anjuran berjalan kaki atau berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
2. Pola makan gizi seimbang, melalui penerapan konsep Isi Piringku yang mencakup karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam porsi seimbang.
3. Berhenti merokok, dengan penegasan bahwa tidak ada tingkat merokok yang aman bagi kesehatan paru-paru dan jantung.

“Tahun 2025 mungkin terasa melelahkan, namun 2026 adalah momentum yang tepat untuk memulai kebiasaan baru yang lebih sehat. Kami mengajak seluruh Sahabat Pandega untuk konsisten berolahraga dan menjaga pola makan demi kualitas hidup yang lebih baik,” tutup Helmi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala kesehatan yang tidak biasa. (driez).

Baca Juga Bencana Longsor Landa Pemukiman Di Cisarua Bandung Barat, Evakuasi dan Pendataan Masih Berjalan

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!