Pangandaran, analisaglobal.com — RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap varian baru virus influenza yang dikenal sebagai “Super Flu”. Varian ini merupakan Influenza Tipe A subvarian H3N2 subclade K, pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025, dan kini telah dilaporkan masuk ke Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Helmi, S.I.Kom., dari RSUD Pandega Pangandaran, Rabu (19/02/2026). Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data kesehatan nasional, hingga akhir Desember 2025 tercatat 82 kasus yang tersebar di enam provinsi di Indonesia.
“Super Flu ini memiliki karakteristik yang berbeda dibanding flu musiman biasa. Gejalanya cenderung lebih berat dan masa penyembuhannya lebih lama. Kami mengimbau masyarakat Pangandaran agar tidak meremehkan demam tinggi yang disertai nyeri otot hebat,” ujar Helmi.
Gejala Klinis dan Risiko
Berdasarkan protokol medis yang diterapkan RSUD Pandega Pangandaran, sejumlah gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
Baca Juga Ciamis Dapat Dua SPPG Milik BGN, Dibangun 100 Persen dari APBN
• Demam tinggi mendadak 39–41°C
• Batuk dan pilek persisten
• Nyeri otot hebat dan sakit kepala
• Kelelahan ekstrem
• Sakit tenggorokan
Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa mutasi pada subvarian H3N2 dapat menyebabkan penurunan efektivitas vaksin influenza musiman apabila tidak diperbarui, sehingga potensi penularan menjadi lebih cepat. Sementara itu, World Health Organization (WHO) melalui Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS) menyatakan bahwa Influenza tipe A memiliki potensi antigenic drift yang tinggi.
Kondisi ini mendorong penguatan surveilans kesehatan di tingkat daerah guna mencegah komplikasi serius seperti pneumonia dan eksaserbasi penyakit kronis, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil.
Upaya Pencegahan dan PHBS
Selain peningkatan kewaspadaan medis, RSUD Pandega juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah preventif, antara lain:
• Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
• Etika batuk dan bersin serta penggunaan masker di ruang publik
• Vaksinasi influenza tahunan
• Tidak mengonsumsi obat keras tanpa resep
• Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika gejala memberat
“Kami di RSUD Pandega Pangandaran siap memberikan pelayanan maksimal. Namun peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga merupakan kunci utama memutus rantai penularan Super Flu,” pungkas Helmi. (driez)
Baca Juga Bencana Longsor Landa Pemukiman Di Cisarua Bandung Barat, Evakuasi dan Pendataan Masih Berjalan
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang